WASHINGTON, DIKSIMERDEKA.COM – Selama bertahun-tahun dikenal skeptis terhadap vaksin, Robert F. Kennedy Jr kini justru mengimbau orang tua memvaksinasi anak mereka. Pernyataan itu muncul ketika Amerika Serikat menghadapi lonjakan kasus campak tertinggi dalam 35 tahun terakhir.

Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F. Kennedy Jr. (RFK Jr.) akhirnya mengimbau para orang tua untuk memvaksinasi anak-anak mereka terhadap campak (measles). Pernyataan itu menjadi sorotan karena selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling vokal yang meragukan keamanan dan efektivitas vaksin.

Seruan tersebut disampaikan Kennedy saat tampil dalam program State of the Union di CNN, Minggu (2/8), ketika Amerika Serikat menghadapi lonjakan kasus campak tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

Menurut data resmi, hingga tahun ini AS telah mencatat 2.371 kasus campak terkonfirmasi, melampaui total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 2.289 kasus.

Jika digabungkan, jumlah kasus campak selama dua tahun terakhir menjadi yang tertinggi sepanjang abad ke-21. Terakhir kali Amerika Serikat mencatat angka yang lebih tinggi dalam satu tahun terjadi pada 1991, sekitar 35 tahun lalu.

Baca juga :  Trump Ancam Blokade Selat Hormuz! Dunia Terancam Krisis Energi Global

Dalam wawancara tersebut, pembawa acara CNN Dana Bash meminta Kennedy menggunakan posisinya sebagai Menteri Kesehatan untuk berbicara langsung kepada para orang tua menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Ia meminta Kennedy menyampaikan bahwa vaksin campak aman dan mampu melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya.

Kennedy kemudian menjawab secara tegas.

“Orang tua harus memvaksinasi anak-anak mereka terhadap campak. Vaksin campak efektif dan mampu mencegah sekitar 97 persen kasus. Orang-orang seharusnya divaksinasi,” katanya.

Belakangan dalam wawancara yang sama, Kennedy juga meminta masyarakat mendapatkan vaksin kombinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang selama ini menjadi perlindungan utama terhadap penyakit campak, gondongan, dan rubela.

Berbalik Arah

Pernyataan itu bertolak belakang dengan sikap Kennedy selama bertahun-tahun.

Sebelum menjabat Menteri Kesehatan dalam pemerintahan Presiden Donald Trump, Kennedy dikenal luas sebagai tokoh yang kerap menyebarkan informasi keliru mengenai vaksin, termasuk mempertanyakan keamanan vaksin MMR.

Bahkan setelah menjabat sebagai pejabat kesehatan tertinggi di Amerika Serikat, ia masih menyebut vaksinasi sebagai pilihan pribadi dan beberapa kali mengklaim secara keliru bahwa efektivitas vaksin campak mulai menurun.

Baca juga :  Iran Ancam Serang Pangkalan AS Jika Kapal Tanker Diserang Lagi

Karena itu, pernyataannya kali ini dianggap sebagai perubahan sikap yang cukup mengejutkan, meski datang ketika wabah campak sudah meluas.

Sepanjang 2026, Amerika Serikat telah mencatat 37 klaster wabah campak, sehingga negara itu terancam kehilangan status eliminasi campak yang telah dipertahankan sejak tahun 2000.

Tolak Disalahkan

Meski mengajak masyarakat untuk divaksinasi, Kennedy tetap menolak bertanggung jawab atas lonjakan kasus campak yang terjadi selama masa kepemimpinannya.

Ketika ditanya apakah dirinya ikut bertanggung jawab terhadap meningkatnya kasus campak, Kennedy menjawab singkat.

“Sama sekali tidak.”

Ia justru menyalahkan komunitas keagamaan yang menolak vaksinasi serta kondisi kesehatan global sebagai penyebab meningkatnya penyebaran penyakit tersebut.

Wawancara Memanas

Wawancara CNN berlangsung panas.

Kennedy beberapa kali menyerang Dana Bash secara pribadi ketika ditanya mengenai sikapnya terhadap vaksin.

Ia menuduh jurnalis tersebut “mengatakan omong kosong”, “mengulang-ulang seperti burung beo”, hingga menyebut Bash tidak memahami persoalan ilmiah karena bukan seorang ilmuwan.

Dana Bash membalas dengan tenang.

“Saya tidak bingung. Saya frustrasi karena Anda adalah Menteri Kesehatan dan berbicara tentang hal-hal yang justru mendorong keraguan masyarakat terhadap vaksin.”

Saat Kennedy kembali mengatakan Bash bukan ilmuwan, sang pembawa acara menjawab singkat.

“Tapi Anda juga bukan.”

Perdebatan tersebut langsung menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca juga :  Mahkamah Agung AS Patahkan Agenda Trump, Hak Kewarganegaraan Bayi Imigran Tetap Berlaku

Sebar Klaim Kontroversial Lagi

Di luar pernyataannya mengenai vaksin campak, Kennedy kembali menyampaikan sejumlah klaim kontroversial yang tidak didukung bukti ilmiah.

Ia menyebut virus Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan penyakit Lyme berasal dari manipulasi laboratorium.

Pernyataan itu bertentangan dengan bukti ilmiah selama puluhan tahun yang menunjukkan kedua penyakit tersebut berasal dari proses alami.

Kennedy juga kembali mengaitkan penggunaan obat Tylenol selama kehamilan dengan autisme, serta mempertanyakan efektivitas vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

Sementara itu, mantan Koordinator Respons Covid-19 Gedung Putih era Presiden Joe Biden, Ashish Jha, menyambut positif ajakan Kennedy agar seluruh anak mendapatkan vaksin MMR.

Namun, ia menegaskan sebagian besar pernyataan lain yang disampaikan Menteri Kesehatan tersebut tidak sesuai dengan bukti ilmiah.

Menurut Jha, lonjakan kasus campak tidak lepas dari minimnya upaya pemerintah dalam mendorong vaksinasi dan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyakit tersebut.