Transformasi Posyandu di Bali Diperkuat, 111 Kader Buleleng Dibekali Enam SPM
DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kapasitas kader Posyandu sebagai bagian dari transformasi pelayanan dasar masyarakat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Pelatihan Posyandu ke-10 yang digelar di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bali, Senin (10/8).
Pelatihan yang dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, tersebut diikuti sebanyak 111 kader Posyandu dari Kabupaten Buleleng.
Pelatihan ini difokuskan pada penguatan pemahaman dan kapasitas kader dalam mendukung transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Enam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Transformasi ini menempatkan Posyandu tidak lagi hanya sebagai wadah pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki peran yang lebih luas dalam membantu pemenuhan pelayanan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, I Made Dwi Dewata menegaskan kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Kader menjadi salah satu ujung tombak dalam menyampaikan informasi, memberikan edukasi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, sekaligus membantu menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan pemerintah.
“Transformasi Posyandu ini harus kita dorong bersama agar Posyandu mampu memberikan pelayanan yang lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga mendukung enam Standar Pelayanan Minimal yang menjadi hak dasar masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi Dewata, penguatan kapasitas kader menjadi salah satu kunci agar transformasi Posyandu dapat berjalan secara optimal. Para kader tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap berbagai jenis pelayanan dasar serta kemampuan membangun koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai peran Posyandu dalam transformasi pelayanan dasar. Pengetahuan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di masing-masing wilayah untuk memberikan pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sebanyak 111 kader dari Kabupaten Buleleng diharapkan mampu menjadi penggerak di wilayah masing-masing dalam memperkuat keberadaan Posyandu. Kader juga didorong untuk mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan membantu memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan dasar sesuai kebutuhannya.
Pelatihan Posyandu ke-10 ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Bali dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kelembagaan Posyandu di tingkat desa.
Dengan semakin meningkatnya kapasitas kader, Posyandu diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Peran tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa.

Tinggalkan Balasan