DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Sabtu (18/4/2026).

Gedung baru berlantai tiga itu diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada umat Muslim di Bali sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Koster menegaskan pembangunan Bali harus dilakukan secara terarah dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan agama maupun asal-usul.

“Karena itulah kita harus menjaga Bali ini dengan sebaik-baiknya. Siapa pun yang ada di Gumi Bali ini, tanpa memandang agama dan asal-usul, mari sama-sama jaga Bali ini supaya bisa memberikan anugerah untuk kita semua dan terus berkembang ke depan,” ujarnya.

Baca juga :  Buka FGD "Bangkitkan Baliku", Gubernur Koster Sampaikan Konsep Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

Ia menambahkan, Bali dikenal sebagai pulau yang indah dan penuh toleransi. Karena itu, seluruh majelis umat beragama, termasuk MUI, diharapkan turut menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan kondusif sesuai visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

“Visi ini berbasis kearifan lokal, sejak tatanan Bali ditata oleh para tetua dan leluhur untuk mewujudkan keharmonisan alam,” kata Koster.

Baca juga :  Gubernur Koster Siapkan Restorasi 26 Pelinggih Besakih, Anggaran Rp203 Miliar

Ia juga menyampaikan selamat kepada jajaran MUI Provinsi Bali yang telah bergotong royong mewujudkan gedung baru tersebut dan berharap fasilitas itu benar-benar memberi manfaat nyata bagi umat Muslim di Bali.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, H. Mahrusun Hadyono, menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Bali sejak peletakan batu pertama hingga peresmian gedung yang berdiri di atas lahan seluas tujuh are tersebut.

“Bapak Gubernur Koster sudah mengawali peletakan batu pertama pembangunan Gedung MUI Provinsi Bali dan hari ini hadir meresmikan langsung gedung ini,” ujarnya.

Baca juga :  Dibuka Menlu, Gubernur Koster Hadiri Bali Democracy Forum

Ia menegaskan gedung tersebut harus dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan umat dan masyarakat.

“Percuma gedung ini megah, tapi di dalamnya tidak ada kesibukan. Mari gunakan gedung ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Kehadiran Gubernur Koster disambut langsung oleh Ketua Umum MUI Provinsi Bali beserta keluarga besar MUI. Acara bertema Menguatkan Ukhuwah dan Menghargai Perbedaan itu turut dihadiri unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Agama Republik Indonesia, Pengadilan Tinggi Agama, tokoh masyarakat, serta umat Muslim di Bali.

Editor: Agus Pebriana