DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA negosiasi AS Iran di Islamabad menjadi sorotan dunia. Ibu kota Pakistan itu kini dalam siaga tinggi menjelang perundingan bersejarah antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan bisa mengakhiri konflik besar di Timur Tengah.

Jalanan Islamabad tampak lengang. Militer dikerahkan, hari libur diumumkan, dan pengamanan diperketat di seluruh kota.


Harapan Damai di Tengah Ketegangan

Meski gencatan senjata antara AS dan Iran masih rapuh, pemerintah Pakistan memastikan negosiasi tetap berjalan sesuai rencana akhir pekan ini.

Konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu, saat AS dan Israel menyerang Iran, telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global.

Baca juga :  Investigasi The Guardian: Konflik Global Jadi Arena Perjudian, Jutaan Dolar Dipasang untuk Perang AS-Iran dan Rusia-Ukraina

Blokade Iran di Selat Hormuz bahkan memicu krisis energi dunia.


Peran Kunci Pakistan

Pakistan disebut memainkan peran penting dalam mendorong gencatan senjata dua pekan antara kedua pihak.

Kesepakatan ini membuka jalan bagi perundingan langsung di Islamabad.

Langkah ini dinilai sebagai kemenangan diplomatik besar bagi Pakistan.


Masih Banyak Ketidakpastian

Namun, situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil.

Perbedaan pandangan masih muncul, terutama terkait konflik di Lebanon.

“Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa perundingan damai tidak akan berarti jika serangan masih terus terjadi,” tulis The Guardian, Jumat (10/4/2026)


🛡️ Pengamanan Super Ketat

Menjelang perundingan, Islamabad dijaga ketat oleh militer dan pasukan paramiliter.

Baca juga :  China Ingatkan AS Soal Taiwan Jelang Kunjungan Trump ke Beijing

Seorang pejabat Pakistan menyebut fokus utama mereka adalah memastikan negosiasi berjalan lancar.

“Prioritas kami adalah memastikan pembicaraan berjalan mulus. Kami tidak ingin dianggap sebagai pengganggu. Peran kami adalah sebagai fasilitator dan mediator,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pakistan akan menyerahkan hasil pembicaraan sepenuhnya kepada kedua pihak.


✈️ Delegasi Tingkat Tinggi Hadir

Delegasi dari kedua negara dijadwalkan tiba menjelang akhir pekan.

Dari pihak Amerika Serikat, tim negosiator dipimpin Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus.

Sementara Iran mengirim Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan pejabat tinggi lainnya.

Baca juga :  Hormuz Memanas! Iran Sita Kapal, Dunia Terancam Krisis Energi

Beberapa negara Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi juga disebut akan hadir.


Lokasi Dirahasiakan

Demi keamanan, lokasi perundingan dirahasiakan.

Namun, Hotel Serena—hotel mewah di Islamabad, disebut menjadi salah satu lokasi utama.

Hotel tersebut bahkan telah dikosongkan dan area sekitarnya ditutup.


Negosiasi ini menjadi titik krusial.

Jika berhasil, konflik yang selama ini memicu krisis energi global bisa mereda.

Namun jika gagal, eskalasi perang berpotensi semakin luas Dunia kini menanti hasil dari Islamabad.

Harapan damai ada di meja perundingan, namun bayang-bayang konflik masih belum sepenuhnya hilang.