DIKSIMERDEKA.COM, GIANYAR, BALI – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Senin (20/5) pagi, pukul 09.00 WITA.

Mengusung tema ”Tips dan Trik Cara Membuat Konten yang Menarik”, diskusi online ini akan menampilkan tiga pembicara. Mereka adalah pengurus Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia I Gede Putu Krisna Juliharta, musisi sekaligus pelaku industri even Raka Maukar, aktor Krisna Mukti, dan dipandu moderator Khadafi.

Selain diikuti siswa dan guru di sejumlah sekolah lewat kegiatan nonton bareng (nobar), webinar yang dijadwalkan dibuka langsung oleh Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi sebagai pemberi keynote speechini juga bisa diikuti secara gratis dengan mendaftar di link pendaftaran https://s.id/PendaftaranBalinustra200524.

”Peserta akan mendapatkan e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan tersedia voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000 untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilis kepada awak media, Minggu (19/5). 

Baca juga :  Gelar Webinar di Karangasem, Kemenkominfo Siap Berbagi Tip dan Trik Membuat Konten Menarik

Terkait topik webinar, Kemenkominfomenjelaskan, teknologi internet telah dapat dijangkau oleh mayoritas masyarakat dunia. Kini, hampir seluruh pengguna internet memiliki akun media sosial. ”Media sosial tidak hanya menjadi saluran silaturahmi dengan sahabat dan kerabat, tapi juga telah menjadi salah satu saluran informasi bagi penggunanya,” jelasnya dalam rilis. 

Kemenkominfo menambahkan, ratusan konten diluncurkan di media sosial. Ribuan pasang mata menikmati konten-konten tersebut. Konten bukan hanya berisi hiburan dan informasi, tapiseringkali dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk menawarkan dan menjual berbagai produk dan jasa. ”Ada berbagai tips dan trik dalam membuat konten agar mampu menarik perhatian dan dapat viraldi dunia digital,” imbuhnya.

Kegiatan yang menyasar siswa/siswi SMP di Kabupaten Gianyar Provinsi Balisebagai peserta ini, dimaksudkan agar siswa tahu lebih banyak tentang cara-cara membuat konten yang menarik. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan dan mengajarkan tipsdan trik yang dapat dilakukan untuk menciptakan konten yang menarik. 

Baca juga :  Ribuan Mahasiswa ITB STIKOM Bali Ikuti Kuliah Industri, Kemenkominfo: Per Tahun, Indonesia Butuhkan 9 Juta Talenta Digital

Beberapa sekolah peserta kegiatan nobar itu, di antaranya SMPN 3 Gianyar,  SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5 Sukawati, SMPN 3 Tampaksiring, SMPN 3, SMPN 4 Tegallalang, SMPN 3 Ubud, SMPN 3 Payangan, SMPN Hindu 2 Payangan, SMPN Hindu 2 Sukawati, dan SMPN Hindu 3 Blahbatuh.

Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Gianyar ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo.GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital. 

Sampai dengan akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakatIndonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.

Baca juga :  Gandeng Kemenag NTB, Kemenkominfo Gelar Webinar Ajak Pelajar Waspadai Rekam Jejak Digital

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.

Informasi lebih lanjut mengenai literasidigital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui websiteinfo.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTubeLiterasi Digital Kominfo. (*)