Kolaborasi Kemenkominfo dan Disdik NTB, Ajak Pelajar Ikuti Webinar tentang Etika di Dunia Digital
DIKSIMERDEKA.COM, LOMBOK UTARA, NTB – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di Kabupaten Lombok Utara, NTB, Jumat (14/4) pagi, pukul 08.00 WITA.
Mengupas tema ”Etika Pelajar di Dunia Digital,” diskusi virtual itu menghadirkan narasumber: Kepala Kantor Cabang Dinas Dikbud Lombok Utara Syaiful Akhyar, Kepala Balai Teknologi Informasi dan Data Pendidikan Dikbud NTB Agus Siswoaji Utomo, influencer Inta Oceannia selaku key opinion leader, dan Dodo Dondi sebagai moderator.
”Webinar ini digelar gratis. Calon peserta yang ingin bergabung, silakan mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra1404. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Rabu (13/4).
Terkait tema webinar, Kemenkominfo menegaskan, para pelajar atau sering disebut dengan generasi Z (Gen Z) merupakan pengguna digital terbanyak. ”Sebagai digital native yang menguasai teknologi informasi, pelajar harus memiliki pemahaman etika pelajar di dunia digital,” jelasnya.
Etika pelajar di dunia digital, lanjut Kemenkominfo, menunjuk pada pengertian: selalu menjaga proses belajar agar tetap berjalan baik dan tata krama yang sopan dalam penggunaan internet. ”Selain itu, penggunaan gadget harus terkontrol agar tak menghabiskan lebih banyak waktu sehari-hari,” sambungnya.
Bagi Kemenkominfo, urgensi pelajar memahami etika dalam dunia digital, karena di ruang digital mereka akan berinteraksi dengan berbagai macam orang dari latar belakang budaya yang berbeda-beda.
Ditambahkan, berdasarkan survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori ”sedang”.
”Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,” tulis Kemenkominfo.
Diskusi virtual di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada 2024,” kata Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman. Program IMCD selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.
Program IMCD urgen dilakukan, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social menemukan – pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 telah mencapai 220 juta orang. ”Bandingkan dengan data 2019, di mana jumlahnya tidak lebih dari 175 juta orang,” jelasnya.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.

Tinggalkan Balasan