DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – I Gede Suardana mengaku akan memperjuangkan otonomi khusus (Otsus) untuk Bali ketika berhasil duduk sebagai Anggota DPD RI pada Pemilu 2024. Menurutnya Bali harus dikelola secara satu kesatuan sehingga controling dan implementasi kebijakan berjalan efektif. 

Gede Suardana menjelaskan Otsus yang dimaksud adalah otonomi administrasi dimana hanya ada 1 kepala daerah yakni tingkat Provinsi Bali. Sementara 9 Kabupaten/Kota di Bali cukup sebagai daerah administrasi.

Baca juga :  DPD RI Gelar FGD Percepatan Pelaksanaan Sekolah Madyama Widyalaya

Menurut Suardana wacana Otsus sebetulnya bukanlah wacana baru, melainkan sudah ada sejak 2003. Namun, wacana ini tidak disambut  baik oleh para politisi, partai politik dan pemimpin Bali lantaran mereka ketakutan kehilangan ceruk politiknya. 

“Kalau otonomi khusus diterapkan kita bisa bayangkan akan ada banyak jabatan-jabatan yang hilang seperti kepala daerah, ketua DPRD daerah, dan ketua Komisi,” terangnya.

Namun kendati demikian, Suardana menjelaskan akan ada sejumlah keuntungan jika Bali berhasil menjadi daerah Otsus, dalam hal tata kelola pemerintahan misalkan akan tercipta efektifitas kebijakan sampai tingkat bawah. 

Baca juga :  AWK Maju Lagi DPD RI Pemilu 2024

“(lantaran) kabupaten/kota akan tunduk terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah provinsi. Kalau (sekarang) ini kan tidak, Perda dan Pergub ada di tingkat provinsi, sementara kabupaten/kota bekerja beda atau tidak dilaksanakan,” terangnya. 

Disamping itu, keuntungan lainnya adalah soal pembagian anggaran yang merata. Menurut Suardana jika Bali mendapatkan Otsus, maka seluruh PAD akan masuk dan dikelola provinsi yang kemudian didistribusikan sesuai dengan geografis, demografis, kendala dan persoalan sosial masing-masing wilayah. 

Baca juga :  AA Gde Agung Mundur Bacaleg DPD RI, Gede Suardana: Negarawan Sejati

“Kalau sekarang yang kaya kan cuma 1 dan 2 kabupaten. Buleleng miskin, Jembrana miskin, Karangasem miskin. Artinya sekarang kemiskinan merata tersebar. Kita ingin kemiskinan tersebut pelan-pelan habis  (dengan otonomi khusus),” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana