DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) Bali, I Ketut Sae Tanju SE MM menyebutkan, pemerintah berperan penting guna menghalau pergesekan di Masyarakat akibat adanya isu Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA) menjelang pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang.

Baca juga :  Wakil Bupati Lebak: Jangan Terjebak Politik Identitas

“Peran pemerintah dapat ditingkatkan lagi, kalau konkritnya dari segi bagaimana keterlibatan Bhabinkamtibnas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, red) dan fungsi intelijen masing-masing daerah perlu ditingkatkan,” terangnya saat diwawancarai, Jumat (2/6/2023).

Baca juga :  Akademisi: Politik Isu SARA Adalah Kemunduran Demokrasi

Menurutnya, yang tak kalah penting adalah pemerintah dapat berperan secara netral, aktif dan maksimal dalam mensosialisasikan pentingnya kesatuan serta persatuan bagi bangsa Indonesia.

“Sosialisasi ini penting untuk membawa pesan damai, meskipun nanti terdapat perbedaan pendapat, warna dan pilihan pada saat pemilu,” ujarnya.

Baca juga :  Politik Identitas Berpotensi Muncul di Pemilu 2024

Pihaknya menambahkan, dalam menghadapi tahun politik, nilai-nilai kemanusian semestinya ditempatkan sebagai posisi tertinggi dari setiap pilihan yang dimiliki.

“Jika sosialisasi seperti ini sampai kepada seluruh lapisan masyarakat, tentu gesekan SARA bisa kita minimalisir,” tutupnya.