Politik Identitas Berpotensi Muncul di Pemilu 2024
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Politik identitas yang dalam beberapa tahun terakhir menguat dalam setiap perhelatan politik baik ditingkat nasional maupun lokal berpotensi kembali muncul pada Pemilu 2024.
Hal ini diungkapkan pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Warmadewa, I Nyoman Wiratmaja, saat ditemui di Kantor FISIP Warmadewa, Selasa (15/11/2022).
Menurut Wirajaya politik identitas akan selalu ada, dan dimanfaatkan dalam setiap kontestasi politik. Hal ini lantaran identitas merupakan jualan politik paling laku untuk menarik simpati pemilih.
Oleh karena itu menurutnya, menjelang pemilu 2024, hal ini menjadi sangat penting untuk diberikan direspon agar tidak memicu terjadinya pecah belah antara masyarakat dan menyebabkan demokrasi berjalan tidak sehat.
“Nah makannya ini menjadi penting sekali dan itu pasti akan menjadi politik pecah belah, dimanapun yang mulai pakai politik identitas itu sudah tidak sehat” jelasnya.
Nyoman Wiratmaja menekankan agar semua pihak ikut menyuarakan agar mekanisme tidak sehat seperti politik identitas dikesampingkan, dan lebih mengedepankan politik program yang cerdas.
“Tapi kita harus suarakan bahwa jangan sampai memakai itu (politik identitas, red) yang utama, lebih baik cerdas program seperti tadi” tegasnya.
Lebih lanjut, terkait dampak yang dapat ditimbulkan praktik politik identitas, Wiratmaja mengatakan, hubungan baik yang telah terjalin di luar identitas akan terkapling-kapling dan membuat tembok tinggi antar individu maupun kelompok.
“Justru pertama dari orang hubungannya baik karena ikatan di luar identitas sudah baik, ini menjadi terkapling-kapling lagi membuat tembok tinggi lagi,” terang Nyoman Wiratmaja.
Lebih jauh, akademisi Universitas Warmadewa tersebut menerangkan posisi Bali mesti mampu menunjukan diri sebagai pusat kehidupan yang pluralis, dan menghargai perbedaan.
“Bali ini harus mampu menunjukkan dirinya menjadi pusat kehidupan yang pluralistis dan multi kultur, bahwa di sinilah Bali harus bisa menunjukkan kita ini menghargai perbedaan dalam kesederajatan itu,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan