DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA- Pemerintah memastikan masyarakat bisa mudik Lebaran dengan tenang. Stok BBM nasional aman hingga 28 hari, sementara pasokan listrik bahkan surplus hampir 50 persen.

Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Lebaran 2026. Stok BBM nasional tercatat berada di kisaran 27 hingga 28 hari, sementara sistem kelistrikan memiliki cadangan yang cukup besar.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Baca juga :  Kementerian ESDM: Pasokan BBM dan LPG Periode Libur Lebaran Aman

“Hari ini kami mengecek langsung ketersediaan BBM dan kehandalan listrik. Cadangan minimal sudah terlampaui, sehingga masyarakat bisa mudik dengan aman,” ujarnya saat meninjau Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3).

Ia menegaskan, pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kita belum ada pembatasan. Masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Baca juga :  Pemerintah Salurkan 2,4 Juta MT LPG 3 Kg Hingga April 2021

Meski demikian, masyarakat diminta tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU dan menghindari potensi kericuhan jika terjadi antrean.


Listrik Surplus Besar

Selain BBM, pasokan listrik juga dipastikan aman. Saat ini, daya mampu sistem kelistrikan mencapai 52 gigawatt.

Sementara beban puncak berada di angka sekitar 35 persen, sehingga tersedia cadangan listrik atau risk margin sekitar 48 persen.

Baca juga :  Gandeng BSSN, Kementerian ESDM Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan listrik masyarakat selama Lebaran tetap terpenuhi tanpa gangguan.


🚗 Dukung Kelancaran Mudik

Pemerintah terus menjaga kestabilan pasokan energi dari Sabang hingga Merauke, terutama pada periode peningkatan kebutuhan seperti Lebaran.

Ketersediaan BBM dan listrik menjadi faktor krusial dalam mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama hari raya.