Gubernur Koster Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Ajak Generasi Muda Kenang Jasa Pahlawan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Niti Mandala Renon, Senin (17/8/2026). Dalam kesempatan itu, Koster mengenakan busana adat Bali.
Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tersebut dimulai pukul 08.00 WITA. Sejumlah pejabat terpatau hadir antara lain Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya.
Hadir juga Komandan Resor Militer (Danrem) 163/Wira Satya Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Kepala Polisi Daerah (Polda) Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali Setiawan Budi Cahyono.
Selain jajaran pejabat, prosesi upacara juga dihadiri perwakilan negara sahabat. Sejumlah masyarakat turut terlihat mengikuti jalannya upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster mengajak generasi muda mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
“Harus selalu ingat jasa perjuangan para pahlawan atau Jas Merah,” terang Koster usai memimpin upacara Kemerdekaan Indonesia.
Di samping mengenang jasa pahlawan, Koster juga mengajak momentum kemerdekaan Indonesia dijadikan spirit untuk membangun bangsa dan negara.
Berkaitan dengan angka kemiskinan dan pengangguran di Bali, Koster mengatakan secara persentase angkanya masih kecil dibandingkan nasional. Meski demikian, Koster mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Bali terus berupaya untuk menekan angka tersebut sampai titik terendah.
“Kita akan upayakan angka kemiskinan dan pengangguran mencapai angka yang serendah-rendahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Wagub Bali Giri Prasta mengajak generasi muda memahami empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.
Di samping itu, ia juga mengajak anak muda Bali mewarisi api perjuangan para pahlawan.
Giri mengakui setelah 81 merdeka, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Bali mulai dari penurunan angka kemiskinan, akses kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur, serta penanganan sampah secara baik.
Adapun proses pengibaran sang saka merah putih dilakukan oleh 70 anggota pasukan pengibar bendera (Paskibraka) yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi dan pemusatan latihan selama 21 hari.
70 anggota Paskibraka ini merupakan siswa/siswi SMA/SMK terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan