DIKSIMERDEKA.COM, JEMBRANA – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak krama Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, untuk terus menjaga keguyuban sekaligus melestarikan adat istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali.

Pesan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri puncak Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini yang mendasar pada Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Kamis (13/8) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta juga melakukan penandatanganan prasasti Karya Agung yang disaksikan Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, perbekel, bendesa, serta krama Desa Adat Ekasari.

Giri Prasta mengatakan, kemajuan desa adat harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian adat dan budaya Bali. Menurutnya, pembangunan dan kemajuan tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar tradisi yang telah diwariskan leluhur.

Baca juga :  Giri Prasta Apresiasi SMSI Bali, Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Tahura Ngurah Rai

“Boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat Ekasari jangan sampai menggerus akar adat dan budaya Bali,” ujar Giri Prasta.

Ia juga mengajak seluruh krama untuk tetap guyub dalam menjalankan swadharma agama, adat, seni, dan budaya Bali. Kekompakan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan berbagai tradisi dan kegiatan keagamaan di desa adat.

“Titiang nyaksi, ida dane krama sami sampun ngemargiang pemargi Karya Agung puniki. Astungkara memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya,” ucap Giri Prasta seraya menghaturkan punia sebesar Rp25 juta kepada Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni budaya di Desa Adat Ekasari, Giri Prasta juga memberikan dana motivasi masing-masing sebesar Rp5 juta kepada Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari, dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari.

Selain bidang adat dan budaya, Giri Prasta turut mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pelestarian Taman Gumi Banten. Menurutnya, keberadaan Taman Gumi Banten dapat mendukung ketersediaan berbagai kebutuhan upakara adat dan agama Hindu dari wilayah desa adat sendiri.

Baca juga :  Menjaga Irama Demokrasi Bali: Wagub Giri Prasta Tekankan Sinergi DPRD dalam Pembangunan Daerah

Ia berharap bahan-bahan upakara, seperti busung, dapat dipenuhi dari lingkungan desa sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Saya sudah berbicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, agar mengajak masyarakat melestarikan Taman Gumi Banten. Saat ada upacara, semua bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung, agar Kabupaten Jembrana berdikari secara ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya Kadek Darta menyampaikan, pelaksanaan Karya Agung telah dipersiapkan sejak 31 Mei 2026. Karya tersebut digelar dalam siklus 30 tahun dan melibatkan partisipasi aktif seluruh krama Desa Adat Ekasari.

Darta juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Giri Prasta terhadap Desa Adat Ekasari. Sebelumnya, pada 2024 saat masih menjabat sebagai Bupati Badung, Giri Prasta turut membantu melalui program pembangunan atau revitalisasi pura.

Baca juga :  Giri Prasta Ajak Umat Jadikan Natal Momentum Perkuat Nilai Kebangsaan

“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya, demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan. Saking sayangnya Bapak Nyoman Giri Prasta ring Krama Desa Adat Ekasari, malam ini beliau meluangkan waktunya menghadiri uleman puncak karya ini,” ujarnya.

Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari sendiri diempon oleh lima banjar adat dengan jumlah sekitar 600 kepala keluarga. Untuk menyukseskan Karya Agung tersebut, setiap krama bergotong royong memberikan kontribusi sebesar Rp1,5 juta. Selain itu, dukungan juga datang dari warga Desa Adat Ekasari yang merantau di luar daerah.

Pelaksanaan Karya Agung ini sekaligus menjadi momentum bagi krama Desa Adat Ekasari untuk memperkuat kebersamaan, menjaga warisan leluhur, serta memastikan adat dan budaya Bali tetap hidup di tengah perkembangan zaman.