Sesosok mayat Mayat Diduga ABK berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Pantai Keramat, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Polisi menduga korban merupakan anak buah kapal (ABK) berdasarkan pakaian dan sejumlah barang yang ditemukan melekat pada tubuhnya.

LAMPUNG SELATAN, DIKSIMERDEKA.COM – Warga Dusun Buatan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang mengapung di kawasan Pantai Keramat pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rumput laut di pesisir pantai. Awalnya saksi melihat benda berwarna oranye mengapung di laut. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan jasad seorang laki-laki yang telah meninggal dunia.

Kapolsek Sidomulyo AKP Peri Setiawan membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurut dia, personel kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, kami menerima laporan mengenai penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di Pantai Keramat, Desa Suak. Personel langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit guna proses identifikasi serta autopsi,” kata Peri dalam keterangannya.

Diduga Merupakan Anak Buah Kapal

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengenakan wearpack berwarna oranye bertuliskan “EVERGREEN”, yang diduga merupakan pakaian kerja anak buah kapal (ABK).

Selain pakaian tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang masih melekat pada tubuh korban, di antaranya handy talky (HT) Motorola XiR 6600i dengan badge bertuliskan “Chief Mate/Mualim I”, serta sebuah kamera digital Kodak Pixpro FZ55.

Temuan itu memperkuat dugaan awal bahwa korban memiliki keterkaitan dengan aktivitas pelayaran. Namun, polisi masih mendalami identitas korban dan asal kapal tempatnya bekerja.

Kondisi Jenazah Sudah Membusuk

Petugas menyebut kondisi jasad telah mengalami pembusukan berat saat ditemukan.

Bagian wajah dan kulit kepala korban telah terkelupas. Kedua telapak tangan serta kaki telah terlepas, sementara bagian betis hanya menyisakan tulang.

Berdasarkan kondisi tersebut, penyidik memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum ditemukan di perairan Pantai Keramat.

Jenazah kemudian dievakuasi oleh personel Polsek Sidomulyo bersama petugas Puskesmas, Koramil, dan Satpol PP menuju RSUD Dr. H. Bob Bazar, S.KM., Kalianda untuk menjalani visum dan autopsi sebagai bagian dari proses identifikasi.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

AKP Peri Setiawan mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban sekaligus memastikan penyebab kematiannya.

Polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk pihak pelayaran, mengingat kuat dugaan korban merupakan awak kapal.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi mengenai identitas korban agar segera menghubungi Polres Lampung Selatan, Polsek Sidomulyo, atau RSUD Dr. H. Bob Bazar Kalianda. Informasi sekecil apa pun akan sangat membantu proses identifikasi dan penyelidikan,” ujarnya.

Hingga kini identitas korban masih belum diketahui. Jenazah masih berada di RSUD Dr. H. Bob Bazar Kalianda untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Polisi berharap partisipasi masyarakat dapat membantu mengungkap identitas korban sehingga jenazah dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga.