DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Penguatan sistem transportasi di Bali memasuki babak baru. Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan terhadap sejumlah usulan strategis Gubernur Bali Wayan Koster, mulai dari pengembangan Bandara Letkol Wisnu di Buleleng, revitalisasi pelabuhan, hingga pembangunan layanan water taxi untuk mengurai kemacetan di Bali Selatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Wayan Koster di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/7/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Perhubungan menyatakan dukungan terhadap empat program prioritas yang diusulkan Pemerintah Provinsi Bali, yakni pengembangan Bandara Letkol Wisnu di Kabupaten Buleleng, revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang, percepatan pembangunan Pelabuhan Kusamba, Pelabuhan Amed, dan Pelabuhan Sangsit, serta pembangunan layanan water taxi yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu.

Baca juga :  Menteri LH Apresiasi Gubernur Koster, Pilah Sampah Bali Lebih dari 60 Persen

Gubernur Wayan Koster menjelaskan pengembangan Bandara Letkol Wisnu tidak dirancang sebagai bandara komersial seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, melainkan sebagai bandara khusus yang melayani pendaratan darurat, private jet, penerbangan carter, logistik, dan kebutuhan operasional lainnya.

Menurut Koster, keberadaan bandara tersebut akan menjadi solusi untuk mengurangi beban operasional Bandara Ngurah Rai tanpa harus membuka kawasan baru yang berpotensi mengurangi lahan pertanian produktif di Bali.

“Kami sudah membentuk badan usaha dan berencana melakukan pembebasan lahan. Kalau ada investor yang ingin bergabung, kami sangat terbuka. Bandara Letkol Wisnu diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan lalu lintas udara di Bali tanpa harus membangun bandara komersial baru,” ujar Koster.

Baca juga :  Bali Segera Miliki Perda Penguatan-Pemajuan Kebudayaan, Gubernur: Ini Sangat Strategis!

Ia menegaskan, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali menjaga lahan pertanian produktif, mempertahankan ekosistem subak, sekaligus mendukung pengembangan quality tourism.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah pusat akan memprioritaskan pengembangan Bandara Letkol Wisnu karena dinilai paling siap direalisasikan.

Menurutnya, Bali membutuhkan infrastruktur transportasi tambahan mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan, sementara kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai maupun transportasi penyeberangan saat ini semakin terbatas.

“Ini adalah pengembangan bandara eksisting. Harapan kami bisa segera diwujudkan agar Bali Utara ikut berkembang seperti Bali Selatan. Kami akan fokus pada Bandara Letkol Wisnu karena kondisinya relatif sudah jelas, baik dari sisi lahan maupun aspek lingkungan,” kata Dudy.

Selain sektor udara, pemerintah juga akan mempercepat revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang agar mampu melayani kapal Ro-Ro dari Jangkar dan Banyuwangi sebagai alternatif mengurai kepadatan jalur Denpasar–Gilimanuk, terutama saat musim libur dan arus mudik.

Baca juga :  Shortcut Singaraja–Mengwitani Dikebut, Koster Pacu Konektivitas Bali Utara–Selatan

Pemerintah juga mendukung percepatan pembangunan Pelabuhan Kusamba di Klungkung, Pelabuhan Amed di Karangasem, dan Pelabuhan Sangsit di Buleleng. Ketiga pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi simpul transportasi baru sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata di Bali bagian timur dan utara.

Sementara itu, pembangunan layanan water taxi di Kabupaten Badung ditargetkan mulai beroperasi setelah fasilitas pendukung di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai rampung pada November 2026. Moda transportasi laut ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh menuju Canggu dari sekitar 1,5–2 jam menjadi sekitar 30 menit.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud sebagai alternatif transportasi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas menuju Canggu,” ujar Dudy.