Pesta Kesenian Bali Dibuka, Koster Yakini Seni dan Budaya Bali Tidak Akan Mati
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 resmi dibuka di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Gubernur Bali Wayan Koster meyakini seni dan budaya Bali akan terus hidup dan berkembang di tengah berbagai perubahan zaman.
Optimisme tersebut didasari dengan keikutsertaan generasi muda dan anak-anak usia dini dalam PKB tahun ini. Menurut Koster, keikutsertaan mereka menunjukan regenerasi pelaku kebudayaan Bali telah terjadi secara berkelanjutan.
“Fakta ini menunjukkan bahwa seni, budaya di Bali tidak akan pernah mati, namun akan selalu hidup dengan penuh gairah dalam kehidupan masyarakat Bali,” ungkap Koster
Pembukaan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Kelurga (Dukbangga) Isyana Bogoes Oka, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Ida Bagus Mahendra Jaya, Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya, Pangdam Udayana Mayjend TNI Piek Budyakto.
Dalam sambutannya, Koster mengatakan, penyelenggaraan PKB tahun ini memiliki makna istimewa karena telah memasuki usia ke-48 tahun. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1979, PKB konsisten dilaksanakan setiap tahun tanpa pernah terputus.
“Pesta Kesenian Bali sebagai wahana terbesar pelestarian dan pengembangan kebudayaan Bali terus diselenggarakan secara konsisten setiap tahun tanpa pernah terputus,” terangnya.
Ia menyebut keberlangsungan ajang seni dan budaya terbesar di Bali itu tidak lepas dari dukungan seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, para seniman, budayawan, hingga masyarakat Bali yang terus menjaga semangat pelestarian budaya.
“PKB tahun 2026 ini sudah berjalan selama 48 tahun. Cuma Bali yang bisa setiap tahun menyelenggarakan acara budaya besar seperti ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Koster mengatakan secara fundamental dan komprehensif, penyelenggaraan PKB semakin kokoh, berkualitas, dan menarik sejak diberlakukannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.
Dia mengungkapkan perkembangan tersebut terlihat dari karya seni yang ditampilkan semakin beragam dan berkualitas. Di samping itu, partisipasi seniman dan lembaga seni terus meningkat.
“Antusiasme masyarakat yang menyaksikan PKB selama sebulan penuh juga semakin besar. Penyelenggaraan PKB semakin tertata, terarah, dan menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun,” terangnya.
Koster menegaskan kebudayaan merupakan hulu pembangunan Bali sebagaimana tertuang dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125.
Bagi masyarakat Bali, kebudayaan tidak hanya menjadi sumber nilai, moral, dan spiritualitas, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif, industri berbasis budaya, serta kekuatan utama sektor pariwisata.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus menjaga adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal yang menjadi warisan adiluhung Pulau Dewata agar tetap kokoh di tengah dinamika lokal, nasional, maupun global.
Adapun PKB Tahun ini mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Hita Santhi Pari Suddha”, yang dimaknai sebagai upaya memuliakan jiwa yang paripurna dan selaras dengan upaya memuliakan alam, manusia, serta kebudayaan Bali.
PKB tahun ini digelar mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dengan menghadirkan sepuluh agenda utama, mulai dari pawai, pergelaran, pameran, parade, lomba, lokakarya, sarasehan, hingga penghargaan pengabdian seni.
Selain itu, juga diselenggarakan Jantra Tradisi Bali dan Bali World Culture Celebration sebagai upaya memperkuat kearifan lokal sekaligus menegaskan posisi Bali sebagai pusat kebudayaan dunia.
PKB XLVIII juga melibatkan sekitar 23.936 seniman yang tergabung dalam 307 sekaa, sanggar, dan organisasi seni dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Ajang ini turut menjadi etalase produk kerajinan dan kriya yang diikuti 124 industri kecil dan menengah (IKM) serta 72 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang difasilitasi untuk berpameran secara gratis.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan