SEATTLE, DIKSIMERDEKA.COM – Keputusan mengejutkan datang hanya sehari sebelum laga hidup-mati Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Penyerang AS, Folarin Balogun, dipastikan bisa bermain setelah FIFA menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan yang sebelumnya dijatuhkan kepadanya.

Keputusan tersebut langsung memicu kontroversi karena muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara pribadi melobi FIFA agar hukuman Balogun dibatalkan.

Menurut sumber yang dikutip The Guardian, Trump melakukan tiga kali komunikasi dengan FIFA sejak Rabu guna mendorong perubahan keputusan tersebut. Tak lama setelah FIFA mengumumkan penangguhan hukuman, Trump menyampaikan apresiasinya melalui platform Truth Social.

“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan besar!” tulis Trump.

FIFA Gunakan Pasal Khusus

Komite Disiplin FIFA menjelaskan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memungkinkan hukuman kartu merah ditangguhkan dalam kondisi tertentu selama tidak berkaitan dengan pengaturan skor atau pelanggaran serupa.

Meski larangan bermain dibatalkan, kartu merah Balogun tetap tercatat. Ia juga akan menjalani masa percobaan selama satu tahun. Jika melakukan pelanggaran serupa dalam periode tersebut, hukuman satu pertandingan akan kembali diberlakukan.

Baca juga :  400 Kg Uranium 60% dan 8.Ton Stok Iran Jadi Sumber Deadlock AS–Iran

FIFA sebelumnya pernah menggunakan pasal yang sama untuk mengizinkan Cristiano Ronaldo tampil pada laga pembuka Portugal setelah menerima kartu merah di pertandingan internasional sebelumnya.

Belgia Protes Keras

Keputusan FIFA langsung mendapat penolakan keras dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA).

Dalam pernyataan resminya, federasi Belgia mengaku “terkejut” karena hukuman kartu merah sejatinya secara otomatis disertai larangan bermain satu pertandingan sesuai regulasi FIFA.

RBFA bahkan menyatakan tengah mempelajari berbagai opsi hukum yang dapat ditempuh atas keputusan tersebut.

Pelatih Belgia Rudi Garcia ikut melontarkan sindiran tajam.

“Saya tidak tahu kalau 5 Juli sama dengan 1 April di FIFA,” ujarnya, merujuk pada April Mop.

Garcia menilai federasinya bukan sekadar membela kepentingan Belgia, tetapi juga menjaga integritas dan etika sepak bola dunia.

Pochettino Sambut Gembira

Sebaliknya, pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino menyambut positif keputusan FIFA.

Menurutnya, kartu merah yang diterima Balogun saat melawan Bosnia dan Herzegovina memang terlalu berat.

“Semua orang yang mencintai sepak bola dan percaya pada integritas olahraga pasti menyambut keputusan ini. Kami sudah cukup dihukum karena harus bermain dengan 10 orang selama 30 menit akibat keputusan yang tidak adil,” kata Pochettino dilansir The Guardian,.

Ia menegaskan sebagian besar pecinta sepak bola menilai insiden tersebut tidak layak berujung kartu merah langsung.

Baca juga :  Brasil vs Norwegia: Haaland Mengamuk! Dua Golnya Kirim Selecao Angkat Koper

Kabar Datang Lewat Media Sosial

Bek Amerika Serikat Chris Richards mengungkapkan bahwa para pemain pertama kali mengetahui kabar tersebut saat berada di dalam bus menuju sesi latihan.

Awalnya mereka mengira informasi itu hanyalah rumor yang beredar di media sosial.

“Keluarga saya mengirim sekitar delapan unggahan. Kami sempat ragu karena sekarang banyak informasi yang dibuat AI. Baru sekitar 10 menit kemudian kami mendapat konfirmasi resmi,” ujar Richards.

Richards menyebut Balogun tetap bersikap tenang meski akhirnya dinyatakan bisa bermain.

Balogun Jadi Senjata Utama AS

Kehadiran Balogun menjadi kabar besar bagi Amerika Serikat. Penyerang berusia 25 tahun itu telah mencetak tiga gol dari tiga pertandingan sepanjang Piala Dunia 2026 dan menjadi ujung tombak utama skuad Pochettino.

Baca juga :  Badai Tak Mampu Hentikan Mbappe! Prancis Gilas Irak 3-0, Messi Mulai Dikejar

Sebelumnya ia mendapat kartu merah usai insiden dengan bek Bosnia Tarik Muharemovic. Wasit awalnya tidak menganggap terjadi pelanggaran, tetapi setelah meninjau tayangan VAR, Balogun diganjar kartu merah langsung karena dianggap melakukan pelanggaran serius.

Keputusan tersebut sempat memicu kritik luas karena banyak pihak menilai kontak yang terjadi tidak disengaja.

Kini, dengan hukuman yang ditangguhkan, Balogun dipastikan memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia dalam laga yang menentukan tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan FIFA itu pun dipastikan akan terus menjadi perdebatan, terutama setelah munculnya dugaan keterlibatan langsung Presiden Donald Trump dalam proses yang mengubah arah persiapan salah satu laga terbesar turnamen ini.

Kembalinya Folarin Balogun diyakini akan meningkatkan daya gedor Amerika Serikat saat menghadapi Belgia. Ketajaman sang penyerang sepanjang turnamen membuat lini depan tim tuan rumah kembali lengkap, sementara keputusan FIFA dipastikan tetap menjadi bahan perdebatan hingga pertandingan dimulai.