Badai Tak Mampu Hentikan Mbappe! Prancis Gilas Irak 3-0, Messi Mulai Dikejar
DIKSIMERDEKA.COM PHILADELPHIA– Hujan deras mengguyur. Petir menyambar. Pertandingan terhenti lebih dari dua jam. Namun satu hal tetap tak berubah: Kylian Mbappé masih terlalu hebat untuk dihentikan.
Di tengah cuaca ekstrem yang memaksa laga tertunda selama dua jam 11 menit di Philadelphia Stadium, Senin (22/6) waktu setempat , Prancis tetap tampil perkasa dengan membungkam Irak 3-0 dalam lanjutan Grup I Piala Dunia 2026.
Mbappé menjadi aktor utama kemenangan Les Bleus lewat dua gol yang semakin memanaskan persaingannya dengan Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas sekaligus daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Satu gol lainnya disumbangkan Ousmane Dembélé.
Sejak peluit awal berbunyi, pertandingan terasa seperti duel yang tidak seimbang. Prancis langsung menekan habis-habisan, membuat para pemain Irak lebih banyak bertahan di sekitar kotak penalti mereka sendiri.
Gelombang serangan terus datang. Jules Koundé dan Michael Olise berkali-kali membongkar pertahanan lawan. Irak dipaksa bertahan mati-matian untuk menghindari kebobolan cepat.
Namun bertahan dari tekanan Prancis bukan perkara mudah, apalagi jika bola sudah berada di kaki Mbappé.
Pada menit ke-10, Michael Olise mengirim bola pendek ke arah sang kapten yang berdiri bebas di luar kotak penalti. Tanpa berpikir panjang, Mbappé mengontrol sepersekian detik sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur seperti roket ke pojok gawang.
Ahmed Basil sempat menjulurkan tangan. Sayangnya, hanya ujung jarinya yang mampu menyentuh bola sebelum bersarang di dalam gawang.
Gol itu membuat stadion bergemuruh.
Prancis unggul 1-0 dan tampak siap berpesta gol.
Namun alam punya rencana berbeda.
Menjelang turun minum, langit Philadelphia berubah gelap. Hujan deras disertai badai petir memaksa pertandingan dihentikan. Penonton berlarian mencari perlindungan, sementara para pemain kembali ke ruang ganti.
Awalnya banyak yang mengira jeda hanya berlangsung beberapa menit. Kenyataannya, pertandingan baru kembali dilanjutkan lebih dari dua jam kemudian.
Saat laga dimulai lagi, para pendukung Irak mencoba membakar semangat tim mereka dengan nyanyian keras yang menggema di stadion.
Sayangnya, harapan itu hanya bertahan sekitar 10 menit.
Kesalahan fatal di lini belakang Irak menjadi awal petaka berikutnya.
Bek Zaid Tahseen mencoba memainkan bola dari belakang dengan umpan panjang ke arah kiper Ahmed Basil. Namun umpannya terlalu keras dan sulit dikendalikan.
Basil berusaha menyelamatkan situasi, tetapi sentuhannya justru mengarahkan bola ke kaki Dembélé yang berlari tanpa kawalan.
Dembélé tak egois. Ia langsung mengirim bola kepada Mbappé yang berdiri di depan gawang kosong.
Dengan tenang, Mbappé menuntaskan peluang tersebut menjadi gol kedua Prancis.
Gol itu bukan sekadar menggandakan keunggulan.
Itu adalah gol keempat Mbappé di Piala Dunia 2026, membuatnya terus menempel Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas turnamen.
Setelah unggul dua gol, Prancis mulai bermain lebih santai namun justru semakin berbahaya.
Olise hampir mencatatkan namanya di papan skor ketika tembakan lob indahnya menghantam mistar gawang. Irak semakin tertekan dan mulai kehilangan energi untuk mengejar bola.
Gol ketiga akhirnya datang pada menit ke-66 melalui kombinasi dua pemain paling kreatif Prancis malam itu.
Olise meliuk-liuk melewati dua pemain Irak di depan kotak penalti sebelum menyodorkan umpan terukur kepada Dembélé.
Winger Paris Saint-Germain itu langsung menyambar bola dengan tendangan mendatar yang bersarang mulus ke pojok gawang.
Gol tersebut menjadi gol pertama Dembélé di turnamen besar bersama Timnas Prancis.
Skor berubah 3-0 dan pertandingan praktis berakhir.
Didier Deschamps kemudian mulai menyimpan tenaga pasukannya. Dembélé dan Olise ditarik keluar, digantikan Désiré Doué serta Rayan Cherki.
Namun Mbappé masih bertahan di lapangan.
Penyerang Real Madrid itu terus berlari, terus menekan, bahkan masih sempat membantu pertahanan untuk memutus serangan balik Irak. Setiap aksinya mendapat tepuk tangan meriah dari pendukung Prancis.
Baru pada masa injury time Deschamps menarik keluar sang kapten. Seluruh stadion berdiri memberikan aplaus.
Malam itu bukan hanya tentang kemenangan Prancis.
Itu juga tentang pesan yang dikirim Mbappé kepada dunia: dirinya belum selesai.
Saat Lionel Messi baru saja memecahkan rekor gol Piala Dunia bersama Argentina, Mbappé langsung memberikan respons di lapangan.
Perburuan dua generasi hebat sepak bola dunia itu kini semakin panas. Messi memimpin, tetapi Mbappé terus mengejar.
Dan jika penampilannya melawan Irak menjadi gambaran, sang bintang Prancis tampaknya belum berniat memperlambat langkahnya.

Tinggalkan Balasan