DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi ruang strategis untuk menjaga nilai spiritualitas dan memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam.

Baca juga :  Lindungi Pekerja Migran Bali, Gubernur Koster Keluarkan Pergub 12/2021

Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Bangli dan Duta Kota Denpasar menampilkan karya-karya yang mengangkat tema spiritual, filosofi kehidupan, dan kekuatan tradisi Bali melalui seni pertunjukan.

Bangli menghadirkan sajian Merujaklalang, sebuah interpretasi artistik atas ritus sakral masyarakat Desa Songan yang berkaitan dengan rangkaian upacara pengabenan dan dimaknai sebagai proses penyucian jiwa.

Sementara Kota Denpasar menutup penampilan melalui fragmentari Tamtam yang mengangkat perjalanan spiritual dua atma menuju pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dharma.

Baca juga :  Tindaklanjuti Instruksi PPKM Darurat Covid-19 Mendagri, Gubernur Koster Terbitkan SE

Menurut Gubernur Koster, karya-karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa seni Bali memiliki peran lebih dari sekadar hiburan, melainkan juga menjadi media penyampaian nilai sejarah, filosofi, dan spiritualitas yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menilai kemampuan para seniman dalam menerjemahkan tradisi ke dalam bentuk pertunjukan kreatif merupakan kekuatan penting yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Baca juga :  Gubernur Koster Serahkan Sertifikat Hak Milik Tanah Garapan Kepada Warga Sumberklampok

Gubernur Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali akan terus memberi ruang bagi seniman dan pelaku budaya agar proses pelestarian kebudayaan berjalan berkelanjutan serta mampu diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, menjaga kebudayaan Bali berarti menjaga jati diri dan arah pembangunan Bali secara menyeluruh.