DIKSIMERDEKA.COM MEXICO CITY– Meksiko akhirnya memutus kutukan yang membayangi mereka selama empat dekade. Di laga Meksiko vs Ekuador El Tri memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Ekuador dengan skor meyakinkan 2-0 di Estadio Azteca, dalam laga yang sempat tertunda akibat badai petir.

Kemenangan ini terasa begitu istimewa. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1986, Meksiko berhasil memenangkan pertandingan fase gugur. Lebih mengesankan lagi, kemenangan itu diraih lewat permainan agresif yang membuat publik tuan rumah bergemuruh sepanjang laga.

Gol Julián Quiñones dan Raúl Jiménez pada babak pertama menjadi pembeda. Setelah unggul dua gol, pasukan Javier Aguirre tampil lebih tenang dan mengontrol jalannya pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas status Meksiko sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026. Dengan kepercayaan diri yang meningkat dan dukungan penuh publik tuan rumah, El Tri kini membidik langkah lebih jauh menuju perempat final.

Penguasaan Bola El Tri Minim, Tapi Efektif

Meski hanya menguasai bola 43 persen, Meksiko tampil jauh lebih efektif. Berdasarkan statistik pertandingan, El Tri melepaskan 15 tembakan, tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang. Mereka mencatat 306 operan dengan akurasi 83 persen, melakukan 10 pelanggaran, memperoleh tiga tendangan sudut, tanpa terkena kartu kuning maupun kartu merah.

Baca juga :  Senegal vs Irak 5-0: Pape Gueye Bersinar, Singa Teranga Jaga Asa Lolos ke Babak 32 Besar

Sebaliknya, Ekuador memang lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 57 persen dan membukukan 416 operan dengan akurasi 84 persen. Namun dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi peluang berbahaya. Dari delapan tembakan yang dilepaskan, hanya satu yang tepat sasaran. Ekuador juga melakukan 14 pelanggaran, menerima tiga kartu kuning dan harus bermain dengan 10 orang setelah Piero Hincapié diganjar kartu merah pada masa injury time.

Laga sendiri baru dimulai satu jam lebih lambat setelah badai petir mengguyur kawasan Estadio Azteca. Penundaan itu justru membuat atmosfer stadion semakin membara. Puluhan ribu suporter yang memenuhi tribun tak berhenti memberikan dukungan ketika para pemain akhirnya memasuki lapangan.

Meksiko langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan bertubi-tubi akhirnya berbuah hasil ketika Jesús Gallardo mengirim umpan terobosan sempurna kepada Julián Quiñones. Penyerang kelahiran Kolombia itu berlari meninggalkan lini belakang Ekuador sebelum melepaskan tendangan keras yang menghujam atap gawang Hernán Galíndez.

Baca juga :  Skotlandia vs Brasil 0-3: Vinicius Bersinar, Selecao Juara Grup

Gol tersebut membuat Estadio Azteca berguncang. Meksiko semakin percaya diri, terutama berkat penampilan luar biasa gelandang muda berusia 17 tahun, Gilberto Mora. Wonderkid itu menjadi motor permainan El Tri dengan kreativitas dan visi bermain yang memukau.

Keunggulan bertambah melalui aksi veteran Raúl Jiménez. Memanfaatkan kesalahan sapuan Joel Ordóñez, Jiménez melakukan kombinasi cepat dengan Quiñones sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Galíndez.

Ekuador berusaha bangkit pada babak kedua. Pelatih Sebastián Beccacece melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas serangan. Mereka memang lebih banyak menguasai bola, tetapi kokohnya lini belakang Meksiko membuat setiap upaya selalu kandas.

Gilberto Mora terus menjadi ancaman sebelum akhirnya ditarik keluar demi menjaga kebugarannya menghadapi babak berikutnya. Tepuk tangan panjang dari seluruh stadion mengiringi langkah sang remaja keluar lapangan, menjadi bukti betapa besarnya pengaruhnya dalam kemenangan Meksiko.

Baca juga :  Inggris vs Kroasia 4-2: Bellingham Menggila, Kane Cetak Brace di Laga Penuh Drama

Peluang terbaik Ekuador datang lewat Kevin Rodríguez pada menit-menit akhir, tetapi gagal dimanfaatkan. Situasi mereka semakin sulit setelah Piero Hincapié diusir wasit akibat menerima kartu merah pada masa tambahan waktu.

Kemenangan ini mengantar Meksiko melangkah ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri. Selanjutnya, El Tri berpotensi menghadapi Inggris, meski Republik Demokratik Kongo masih memiliki peluang menciptakan kejutan. Dengan performa seperti yang ditunjukkan di Estadio Azteca, Meksiko mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya bahwa mereka siap melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Kemenangan dalam laga Meksiko vs Ekuador menjadi suntikan moral besar bagi El Tri. Selain memutus penantian panjang di fase gugur Piala Dunia, hasil ini menunjukkan efektivitas permainan tim asuhan Javier Aguirre. Meski kalah dalam penguasaan bola, Meksiko tampil lebih tajam saat menciptakan peluang. Performa tersebut menjadi modal penting menghadapi lawan yang lebih berat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.