Spanyol Pecahkan Kutukan Final, De la Fuente: Ini Sudah Tertulis!
De la Fuente Puji Mental Juara Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026: ‘Kami Memang Ditakdirkan’
DIKSIMERDEKA.COM NEW JERSEY – Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut keberhasilan timnya menjuarai Piala Dunia 2026 sebagai sebuah takdir yang akhirnya terwujud setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada final dramatis di Stadion MetLife.
Gol tunggal Ferran Torres pada babak kedua perpanjangan waktu memastikan La Roja merebut gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah sekaligus mengakhiri perlawanan sengit Argentina yang harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada menit ke-93.
Meski berstatus juara bertahan, Argentina lebih banyak berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan. Spanyol sebenarnya sempat mencetak gol melalui Nico Williams pada babak pertama tambahan waktu, tetapi dianulir karena offside.
Lionel Messi juga gagal membawa Albiceleste menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Kapten berusia 39 tahun itu menutup turnamen dengan delapan gol, kalah dari Kylian Mbappé yang merebut Sepatu Emas berkat torehan 10 gol.
Luis de la Fuente: Kami Sudah Dijanjikan Takdir
Usai pertandingan, Luis de la Fuente tak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap skuad Spanyol. Pelatih berusia 65 tahun itu menilai keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh tim selama beberapa tahun terakhir.
“Ini memang sudah tertulis dan kami pantas mendapatkannya. Tim ini dan para pendukung luar biasa layak mendapatkan segalanya. Kami memiliki janji dengan takdir dan kami berhasil mewujudkannya,” kata De la Fuente dilansir The Guardian.
Pelatih yang sebelumnya membawa Spanyol juara Euro U-19, Euro U-21, Euro 2024, UEFA Nations League, hingga kini Piala Dunia itu menegaskan timnya belum ingin berhenti meraih prestasi.
“Para pemain bertanya kepada saya, apa lagi yang harus kami menangkan? Jawabannya adalah pertandingan berikutnya pada bulan September melawan Inggris di UEFA Nations League. Tim ini tidak pernah puas.”
Meski beberapa pemain seperti Álex Baena dan Marc Cucurella berencana merayakan gelar dunia dengan membuat tato, De la Fuente memilih menolak mengikuti tradisi tersebut.
“Saya sudah terlalu tua untuk membuat tato,” ujarnya sambil tersenyum.
Ferran Torres: Gol Ini Milik Seluruh Rakyat Spanyol
Pahlawan kemenangan Spanyol, Ferran Torres, mengaku masih sulit mempercayai dirinya menjadi penentu kemenangan di final Piala Dunia, mengulang momen ikonik Andrés Iniesta yang mencetak gol kemenangan pada final 2010 melawan Belanda.
“Ini bukan hanya gol saya. Ini untuk 47 juta rakyat Spanyol. Saya ingin memeluk trofi ini sekuat mungkin,” kata penyerang Barcelona tersebut.
Torres mengakui keberadaan Lionel Messi di kubu lawan sempat membuat para pemain gugup.
“Saat menghadapi Messi tentu ada rasa gugup. Tapi kami tetap berusaha memainkan permainan kami sendiri.”
Pertahanan Spanyol Jadi Kunci Kesuksesan
Keberhasilan Spanyol tak lepas dari lini pertahanan yang tampil luar biasa sepanjang turnamen. La Roja hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan.
Penampilan impresif tersebut membuat Unai Simón dinobatkan sebagai kiper terbaik turnamen, sementara bek muda Pau Cubarsí meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik. Gelandang Manchester City, Rodri, menyabet penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026.
Lionel Scaloni Isyaratkan Tinggalkan Argentina
Di kubu Argentina, pelatih Lionel Scaloni tampak emosional usai pertandingan. Arsitek yang membawa Argentina juara dunia pada 2022 itu mengaku belum yakin akan melanjutkan pekerjaannya setelah kontraknya berakhir pada akhir tahun ini.
“Sangat menyakitkan bagi saya. Saya harus jujur dan membutuhkan waktu untuk memikirkan masa depan karena saya tidak yakin bisa membangun kelompok pemain seperti ini lagi,” ujar Scaloni sambil menahan air mata.
Ketika ditanya mengenai masa depan Lionel Messi, Scaloni menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan sang megabintang.
“Di usia 39 tahun, apa yang dilakukan Messi sungguh luar biasa. Dia akan bermain selama yang dia inginkan. Dia adalah pemain terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan.”
Kekalahan tersebut membuat Argentina gagal menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1962. Sementara bagi Spanyol, trofi ini menjadi penegasan kebangkitan generasi baru yang dipimpin Luis de la Fuente setelah sebelumnya sukses menjuarai Euro 2024.

Tinggalkan Balasan