Haaland Menggila! Norwegia Lolos ke 32 Besar, Senegal Menangis di Ujung Laga
DIKSIMERDEKA.COM NEW JERSEY– Erling Haaland kembali menunjukkan mengapa namanya menjadi salah satu penyerang paling menakutkan di dunia saat ini. Ketika Senegal berusaha bangkit, ketika harapan mereka mulai tumbuh, striker Norwegia itu datang lagi dan lagi untuk mematahkan mimpi lawannya.
Dua gol Haaland membawa Norwegia menundukkan Senegal 3-2 dalam duel panas Grup I Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin (22/6) waktu setempat. Kemenangan dramatis itu sekaligus memastikan langkah Norwegia ke babak 32 besar.
Malam itu sebenarnya tidak sepenuhnya milik Norwegia.
Statistik pertandingan menunjukkan Senegal tampil lebih dominan. Tim Singa Teranga menguasai bola hingga 57 persen, melepaskan 17 tembakan dan mencatatkan akurasi operan mencapai 90 persen dari 464 umpan.
Namun sepak bola tidak selalu berpihak kepada tim yang lebih banyak menguasai bola.
Sepak bola sering kali berpihak kepada tim yang memiliki pembunuh di depan gawang.
Dan Norwegia memiliki Haaland.
Sejak menit-menit awal, Norwegia bermain dengan agresivitas tinggi. Gelombang serangan terus menggulung pertahanan Senegal. Bahkan sebelum laga berjalan lima menit, Edouard Mendy sudah dipaksa melakukan penyelamatan luar biasa.
Kiper Senegal itu membuat ribuan pendukung Norwegia frustrasi ketika berhasil menggagalkan sundulan Kristoffer Ajer tepat di garis gawang dengan refleks yang nyaris mustahil dipercaya.
Norwegia terus menekan.
Empat tendangan sudut beruntun mereka dapatkan dalam waktu singkat. Namun gol yang ditunggu-tunggu belum juga datang.
Saat Senegal mulai merasa berhasil meredam tekanan lawan, petaka justru muncul dari pemain paling berpengalaman mereka.
Menit ke-43.
Kapten Senegal Kalidou Koulibaly melakukan kesalahan fatal saat menghalau umpan Martin Odegaard. Bola justru jatuh ke kaki Marcus Holmgren Pedersen.
Pemain pengganti itu tak menyia-nyiakan kesempatan.
Satu tembakan keras dilepaskannya ke arah gawang. Mendy sudah berusaha menghalau, tetapi bola tetap meluncur masuk.
Norwegia unggul 1-0.
Gol itu terasa seperti pukulan telak bagi Senegal yang sebenarnya tampil cukup disiplin sepanjang babak pertama.
Namun mimpi buruk mereka baru saja dimulai.
Tiga menit setelah jeda, Martin Odegaard memperlihatkan kelasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Umpan terobosan sempurna dilepaskannya ke ruang kosong.
Di sana sudah menunggu Haaland.
Meski sempat kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, penyerang Manchester City itu tetap mampu melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.
Gol.
Skor berubah menjadi 2-0.
Senegal sempat menunjukkan karakter mereka.
Sadio Mane mengirim umpan cerdas yang membelah pertahanan Norwegia dan Ismaila Sarr menuntaskannya dengan sempurna pada menit ke-53.
Harapan kembali hidup.
Suporter Senegal kembali bersuara.
Momentum perlahan berpindah.
Tetapi lagi-lagi Haaland muncul sebagai tokoh utama.
Hanya lima menit berselang, lini belakang Senegal kembali kehilangan konsentrasi. Patrick Berg berhasil merebut bola dan melihat Haaland bergerak tanpa kawalan.
Umpan silang dilepaskan.
Haaland menyambutnya dengan tendangan voli luar biasa.
Bola menghantam mistar gawang sebelum bersarang di dalam jala.
Gol ketiga Norwegia.
Gol kedua Haaland.
Dan stadion seketika meledak.
Selebrasi liar para pemain Norwegia menggambarkan betapa pentingnya momen tersebut.
Dengan dua gol tambahan itu, Haaland kini telah mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan Piala Dunia 2026.
Yang lebih mengerikan, ia telah mencetak 24 gol dalam 12 pertandingan kompetitif terakhir bersama tim nasional Norwegia.
Statistik itu terdengar seperti angka dalam permainan video.
Namun Haaland membuatnya menjadi kenyataan.
Senegal tidak menyerah.
Mereka terus menyerang hingga menit-menit akhir. Ismaila Sarr mencetak gol keduanya pada masa injury time dan membuat skor berubah menjadi 3-2.
Untuk beberapa saat, harapan itu kembali muncul.
Tetapi waktu menjadi musuh terbesar mereka.
Peluit panjang akhirnya berbunyi.
Para pemain Norwegia berpelukan merayakan tiket ke babak 32 besar.
Sementara para pemain Senegal terduduk lesu di lapangan. Mereka tahu peluang lolos kini berada di ujung tanduk.
Di sisi lain, kemenangan ini membuat Norwegia menyamai koleksi enam poin Prancis di puncak Grup I.
Sebuah laga besar kini menanti.
Norwegia versus Prancis.
Haaland versus Mbappé.
Dua mesin gol paling mematikan generasi baru sepak bola dunia akan saling berhadapan untuk menentukan siapa penguasa Grup I.
Jika performa Haaland malam ini menjadi petunjuk, maka Prancis sudah mendapat peringatan keras.
Sang monster dari Norwegia sedang lapar. Dan ia belum selesai mencetak gol.

Tinggalkan Balasan