DIKSIMERDEKA.COM JAKARTAMBG Libur Sekolah tetap dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) meski kebijakan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah mitra penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis.Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tetap menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah meski kebijakan tersebut menuai protes dari sejumlah mitra penyelenggara.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan keputusan tersebut diambil demi efisiensi anggaran sekaligus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola program ke depan.

Menurut Agustina, penolakan terhadap kebijakan penghentian sementara MBG kemungkinan dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan langsung terhadap program tersebut.

“Kebijakan tidak mungkin menyenangkan semua pihak. Tetapi kita harus melihat tujuan program dan kepentingan yang lebih besar, yaitu efisiensi anggaran,” ujar Agustina.

Kebijakan penghentian sementara MBG selama libur sekolah tertuang dalam surat edaran mengenai operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode hari libur.

Baca juga :  SDM Gizi Seret, Program MBG Terancam Cuma “Asal Kenyang”?

Dengan aturan tersebut, SPPG tidak mendapatkan insentif harian selama layanan tidak beroperasi.

Hemat Rp3 Triliun

BGN memperkirakan penghentian sementara MBG selama masa libur sekolah dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga sekitar Rp3 triliun.

Agustina menilai tidak tepat apabila pemerintah tetap membayar insentif kepada SPPG ketika layanan tidak diberikan kepada penerima manfaat.

“Rasanya fair ketika memang tidak beroperasi, tidak ada layanan, ya tidak ada pembayaran. Itu sesuatu yang wajar,” tegasnya.

Ia menambahkan, masa penghentian program hanya berlangsung sekitar 18 hari. Di luar periode tersebut, program MBG tetap berjalan seperti biasa.

Karena itu, BGN menilai kebijakan tersebut masih berada dalam batas yang wajar dan tidak akan mengganggu pelaksanaan program secara keseluruhan.

Singgung Konflik Kepentingan

Agustina juga menyinggung kemungkinan adanya konflik kepentingan di balik penolakan terhadap penghentian sementara MBG.

Menurutnya, terdapat pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan operasional SPPG sehingga merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut.

Baca juga :  Ratusan Dapur MBG Disikat! Menu Tak Layak hingga Dugaan Gangguan Pencernaan Terbongkar

“Nah itu yang secara kepentingan yang lebih besar yaitu efisiensi anggaran. Tidak masuk akal sesuatu yang Rp6 juta per hari padahal servisnya tidak diberikan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan terkait petunjuk teknis (juknis) yang selama ini menjadi perdebatan masih berada dalam proses penanganan aparat penegak hukum.

Karena itu, BGN memilih fokus pada upaya memperbaiki tata kelola program dan memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif serta tepat sasaran.

Tata Kelola Jadi Prioritas

Selain mengejar efisiensi, penghentian sementara MBG selama masa libur sekolah juga dimaksudkan untuk memberikan ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.

BGN berharap langkah tersebut dapat menjadi dasar perbaikan sistem sehingga program MBG ke depan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional guna meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Baca juga :  47 Dapur MBG Disetop! Roti Berjamur hingga Lauk Basi Bikin Geger

Efisiensi Jadi Pertimbangan Utama

BGN menilai penghentian sementara program selama masa libur sekolah merupakan langkah yang rasional dari sisi pengelolaan anggaran. Sebab, layanan tidak berjalan sebagaimana biasanya ketika siswa tidak berada di sekolah. Karena itu, pemerintah memilih mengalihkan fokus pada evaluasi dan perbaikan sistem agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif ketika tahun ajaran baru dimulai.

elain menghasilkan penghematan anggaran yang cukup besar, penghentian sementara MBG Libur Sekolah juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola program. Evaluasi yang dilakukan mencakup mekanisme distribusi, pengawasan pelaksanaan di lapangan, hingga efektivitas penggunaan anggaran negara.

BGN menegaskan bahwa penghentian sementara ini tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Setelah masa libur berakhir, program akan kembali berjalan untuk mendukung peningkatan gizi dan kualitas kesehatan peserta didik di seluruh Indonesia.