DIKSIMERDEKA.COM MELBOURNE-Bandara Internasional Avalon di negara bagian Victoria, Australia, mendadak lumpuh gara-gara benda mencurigakan yang ternyata cuma alat laser penghilang bulu.

Bandara yang berada sekitar 50 kilometer barat daya Melbourne itu sempat geger sejak Kamis (21/5)pagi. Tim penjinak bom langsung diterjunkan, terminal domestik ditutup, dan sejumlah penerbangan terganggu.

Efeknya sampai merembet ke penerbangan internasional tujuan Bali.

Dilansir dari The Brisbane Times, Paket mencurigakan itu terdeteksi saat pemeriksaan X-ray sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat.

Petugas keamanan curiga karena bentuk dan cara pengemasan barang dianggap tidak biasa.

Polisi Victoria langsung memangggil unit penjinak bom untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Robot khusus penjinak bom bahkan diterjunkan ke lokasi untuk memastikan benda tersebut aman.

Belakangan diketahui isi paket itu hanyalah alat laser hair removal dan tabung karton minuman cokelat panas.

Meski ternyata bukan bom, aparat menyebut situasi sempat dianggap serius.

Inspektur Polisi Victoria, Nick Uebergang, mengatakan petugas keamanan merasa ada yang janggal saat memeriksa isi tas.

“Petugas keamanan merasa ada sesuatu yang tidak beres dari cara barang itu dikemas,” katanya.

Seorang pria asal Melbourne sempat diamankan karena dianggap tidak kooperatif saat dimintai penjelasan soal isi tasnya.

Namun pria tersebut akhirnya dibebaskan setelah dipastikan tidak ada ancaman bom.

Akibat insiden itu, dua penerbangan menuju Sydney dibatalkan dan satu penerbangan ke Brisbane mengalami penundaan.

Bandara juga sempat ditutup selama beberapa jam.

Sementara penerbangan internasional tujuan Bali tetap berjalan, meski situasi keamanan sempat membuat aktivitas bandara kacau.

Pihak bandara mengatakan penerbangan dari Bali mendarat di Avalon pukul 06.55 pagi, sementara penerbangan Jetstar Airways menuju Bali tetap dijadwalkan berangkat pada malam hari.

Meski begitu, banyak penumpang mengeluh karena telantar di area parkir tanpa fasilitas memadai.

Seorang penumpang tujuan Brisbane, Manjeet Singh, mengaku harus menunggu berjam-jam tanpa informasi jelas.

“Tidak ada toilet, tidak ada minuman, tidak ada apa-apa,” keluhnya.

Penumpang lain, Vivian Grills, mengatakan dirinya diminta menunggu di area lapangan dekat bandara setelah diberi tahu ada insiden keamanan.

Pihak bandara berdalih langkah penutupan dilakukan demi keselamatan penumpang dan menunjukkan sistem keamanan bekerja maksimal.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah pengadilan Australia mengungkap kasus remaja bersenjata yang diduga mencoba membajak pesawat di Avalon Airport pada 2025 lalu.