DIKSIMERDEKA.COM MOSKOW-Vladimir Putin mengatakan perang antara Russia dan Ukraine mulai mendekati akhir. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Putin berpidato dalam parade Hari Kemenangan Rusia yang berlangsung lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Saya pikir persoalan ini sedang menuju akhir,” kata Putin mengenai perang Rusia-Ukraina.

Dalam pernyataannya, Putin juga menyebut dirinya siap membahas pengaturan keamanan baru untuk Eropa dan mengaku lebih memilih mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai mitra negosiasi.

Putin, yang telah memimpin Rusia sebagai presiden maupun perdana menteri sejak akhir 1999, menghadapi tekanan besar di dalam negeri akibat perang yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan menghancurkan banyak wilayah Ukraina.

Meski Rusia menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina, pasukan Moskow sejauh ini belum berhasil merebut seluruh kawasan Donbas di Ukraina timur. Laju serangan Rusia juga dilaporkan mulai melambat tahun ini.

Baca juga :  Rusia Coret Whatsapp dan YouTube dari DNS, Akses Tanpa VPN Terblokir

Dalam wawancara yang disampaikan Sabtu waktu setempat, Putin mengecam dukungan negara-negara Barat terhadap Kyiv.

“Mereka memulai eskalasi konfrontasi dengan Rusia dan itu masih berlangsung sampai hari ini,” ujar Putin.

Ia menilai Barat sebelumnya berharap Rusia mengalami kekalahan besar hingga negara itu runtuh, namun harapan tersebut gagal terwujud.

“Mereka menunggu Rusia mengalami kekalahan telak dan negara kami runtuh. Itu tidak terjadi,” katanya.

Putin juga menyatakan siap bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di negara ketiga, tetapi hanya jika seluruh syarat perjanjian damai telah disepakati sebelumnya.

“Itu harus menjadi titik akhir, bukan proses negosiasinya,” ujar Putin.

Pernyataan Putin muncul di tengah gencatan senjata tiga hari yang diumumkan Rusia, Ukraina, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga :  Pipa Minyak Druzhba Mengalir Lagi, Dana Rp1.500 Triliun untuk Ukraina Akhirnya Cair

Namun kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata tersebut. Aktivitas drone dan korban sipil dilaporkan masih terjadi di kedua sisi konflik.

Kremlin menyebut belum ada rencana memperpanjang gencatan senjata. Meski begitu, Rusia dan Ukraina sepakat menukar masing-masing 1.000 tahanan selama periode tersebut.

Putin mengatakan Rusia belum menerima proposal resmi dari Ukraina mengenai pertukaran tahanan itu.

Parade Hari Kemenangan Rusia tahun ini berlangsung jauh lebih sederhana dibanding sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, tidak ada kendaraan militer yang dipamerkan dalam parade tersebut.

Baca juga :  AS–Iran Kembali Berunding, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan

Jumlah tamu asing juga jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang dihadiri Presiden Xi Jinping.

Tahun ini hanya sejumlah pemimpin negara sekutu dekat Rusia seperti Belarus, Malaysia, Laos, Uzbekistan, dan Kazakhstan yang hadir.

Sementara itu, Zelenskyy memilih memperingati Hari Eropa yang dirayakan sebagai simbol berdirinya Uni Eropa.

“Sejak hari pertama perang skala penuh hingga hari ini, Eropa berdiri bersama Ukraina,” kata Zelenskyy.

Ia menegaskan Ukraina merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar Eropa.

Perang Rusia-Ukraina kini memasuki tahun kelima dan menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.