Hujan Ringan Dominasi Bali, Waspada Hujan Petir di Sejumlah Daerah
Denpasar – Prakiraan cuaca Bali dalam tiga hari ke depan hujan ringan masih mendominasi . kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan petir d sejumlah wilayah, terutama Badung dan Gianyar, yang perlu diantisipasi masyarakat sejak dini.
Prakiraan Cuaca Bali Rabu 14 Januari: Hujan Ringan di Seluruh Wilayah
Berdasarkan data BMKG, pada Rabu (14/1) menunjukkan hujan ringan merata di Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, hingga Buleleng.
Suhu udara berada di kisaran 21–27 derajat Celsius. Sementara itu, kelembapan udara relatif tinggi, yakni 76–98 persen, sehingga cuaca terasa lembap sepanjang hari.

Korban TPPO Aceh Utara di Kamboja Diminta Tebusan Rp40 Juta
Kamis 15 Januari: Gianyar dan Karangasem Berpotensi Hujan Petir
Memasuki Kamis (15/1), hujan ringan masih mendominasi sebagian besar wilayah. Namun, BMKG mencatat prakiraan cuaca Bali menunjukkan potensi hujan petir di Gianyar dan Karangasem.
Pada hari tersebut, suhu maksimum di beberapa daerah mencapai 30 derajat Celsius. Selain itu, tingkat kelembapan masih berada pada kisaran 64–98 persen, yang berpeluang memicu pertumbuhan awan hujan intens.
Kemenhub Alokasikan 150 Bus Sekolah,Ini Daftar Daerah pnerimanya
Jumat 16 Januari: Badung Jadi Titik Rawan Petir
Sementara itu, pada Jumat (16/1), hujan ringan kembali akan mengguyur hampir seluruh Bali. Namun, perhatian khusus tertuju pada Kabupaten Badung yang berpotensi mengalami hujan petir.
BMKG mencatat suhu udara di Badung bisa mencapai 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara masih tinggi hingga 98 persen. Kondisi ini meningkatkan risiko cuaca ekstrem berskala lokal.
BMKG Imbau Warga Waspada Perubahan Cuaca Bali
BMKG menegaskan, meskipun intensitas hujan cenderung ringan, dinamika atmosfer di Bali masih labil. Karena itu, prakiraan cuaca Bali dapat berubah cepat, terutama pada siang hingga sore hari.
Masyarakat tetap waspada, khususnya pengguna jalan, nelayan, petani, dan pelaku pariwisata. Penyesuaian aktivitas luar ruang sangat disarankan guna menghindari dampak hujan petir dan angin kencang.

Tinggalkan Balasan