DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Suasana berbeda terlihat di Jember pada awal September 2025. Ratusan pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jember ikut ambil bagian dalam lomba video kreatif bertema Restorative Justice.

Kompetisi ini terselenggara berkat kolaborasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember. Agenda tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-80.

Kepala Kejari Jember, Ichwan Effendi, SH., MH, hadir langsung menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Trofi dan uang pembinaan jutaan rupiah diberikan sebagai bentuk apresiasi.

Baca juga :  Kejaksaan Setujui Penghentian Perkara Penganiayaan di Asahan Lewat RJ

Dalam pengumuman, SMAN Pakusari dinobatkan sebagai juara pertama. Disusul SMKN 8 Jember di posisi kedua, serta SMAN Arjasa Jember menempati peringkat ketiga.

Sementara itu, kategori juara harapan diraih SMKN 1 Jember, SMAN 4 Jember, dan SLBN Jember. Masing-masing juga menerima penghargaan dari Kejari.

Ichwan menegaskan, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana edukasi bagi pelajar mengenai pentingnya penyelesaian masalah secara damai di lingkungan sekolah.

“Restorative Justice membantu siswa belajar bertanggung jawab, meminta maaf, serta memperbaiki kesalahan tanpa harus diberi stigma atau hukuman berlebihan,” jelasnya.

Baca juga :  Isu Korupsi Sosperda, Warga Jember Suarakan Aspirasi di DPRD dan Kejari

Ia menambahkan, pendekatan ini juga memastikan korban tidak diabaikan, melainkan mendapatkan pemulihan serta perlindungan yang layak.

Menurut Ichwan, tujuan utama Restorative Justice adalah menjaga suasana sekolah tetap aman, harmonis, sekaligus mempererat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua.

Selain itu, kejaksaan berharap para pelajar lebih mengenal kasus apa saja yang bisa dimediasi melalui pendekatan ini, misalnya perundungan atau pelanggaran tata tertib.

Baca juga :  Kejagung Setujui 5 Pengajuan Restoratif, Salah Satunya Perkara Pencurian HP

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Sugeng Trianto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif Kejari. Ia menyebut lomba ini sebagai langkah nyata edukasi hukum bagi generasi muda.

“Kami harap kegiatan serupa bisa digelar lagi dengan lebih meriah. Anak-anak kami perlu ruang kreatif agar semakin melek hukum sekaligus tertib hukum,” ujar Sugeng.

Dalam kesempatan yang sama, Sugeng juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-80, dengan harapan Kejaksaan semakin dekat dengan masyarakat melalui program edukasi yang inovatif.