Harapan Guru Honorer Terjawab, Seluruh R4 Jember Diajukan Jadi PPPK Paruh Waktu
DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Kabar gembira datang bagi tenaga honorer R4 di Jember. Bupati Muhammad Fawait memutuskan mengusulkan seluruhnya menjadi PPPK Paruh Waktu melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Keputusan itu langsung disambut hangat oleh para tenaga honorer. Raut bahagia tergambar jelas dari wajah Rifanda, guru honorer SD di Kecamatan Ambulu, yang merasa perjuangannya akhirnya dihargai.
“Saya sangat senang sekali karena diperjuangkan. Insyaallah nanti ada kejelasan bagi kami yang sudah lama mengabdi,” kata Rifanda penuh rasa syukur, Rabu (20/8/2025).

Guru honorer sejak 2020 itu berharap usulan Bupati Jember dikabulkan. Rifanda mengaku keputusan tersebut bisa menjadi penyemangat baru bagi dirinya maupun rekan-rekan sesama honorer.
“Harapannya semoga pengajuannya diterima. Karena selama ini kami seperti digantung, tidak tahu apakah tetap bisa bekerja di sekolah atau tidak,” tambah Rifanda.
Kebahagiaan juga dirasakan Muhammad Abdul Saleh, penjaga sekolah di SDN Ajung 5. Ia mengaku sangat berterima kasih kepada Bupati Jember yang memperjuangkan nasib mereka.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Bupati atas kebijakan yang sangat membantu kami,” ucap Abdul Saleh sambil menahan haru.
Abdul Saleh mengaku sudah lama tidak menerima gaji sejak Juli 2025. Namun ia tetap setia menjaga sekolah sambil berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Tetap siap menerima apa pun keputusan. Tapi usulan bupati ini sudah jadi angin segar buat kami,” tuturnya dengan mata berbinar.
Bupati Jember, yang akrab disapa Gus Fawait, mengaku keputusan itu lahir setelah melalui doa dan pertimbangan mendalam. Ia ingin memberikan keadilan bagi seluruh tenaga R4.
“Saya istikharah, salat malam, dan bermusyawarah. Akhirnya dengan bismillah, seluruh tenaga R4 Jember akan diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu,” tegas Gus Fawait.
Meski pemerintah pusat awalnya hanya memberikan kuota 190 orang, Pemkab Jember tetap mendorong agar 3.378 tenaga R4 mendapat kesempatan sama.
Keputusan ini menumbuhkan optimisme baru. Harapan ribuan honorer kini bertumpu pada perjuangan Pemkab Jember agar mereka bisa bekerja dengan status jelas dan layak.

Tinggalkan Balasan