DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menyalurkan insentif bagi para guru ngaji di wilayah perkotaan, Sabtu (11/10/2025), dengan pendekatan penuh kepedulian dan sentuhan kemanusiaan.

Penyaluran tersebut mencakup tiga kecamatan kota, yakni Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates. Salah satu kisah menyentuh hadir dari Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.

Di lokasi ini, Lurah Teguh Tri Laksono bersama petugas Bank Jatim mendatangi langsung rumah seorang guru ngaji lansia bernama Siti Asiyah yang tengah sakit.

Baca juga :  Guru Kitab di Ambulu Terima Insentif, Puji Pelayanan Cepat dan Tanpa Pungutan

Siti Asiyah, berusia 78 tahun, seharusnya menerima honorarium sebesar Rp1,5 juta bersama 58 guru ngaji lain di Antirogo. Namun, kondisinya membuat ia tak bisa hadir.

Mengetahui hal itu, Lurah Teguh berinisiatif mengantarkan langsung insentif tersebut ke rumah Siti sebagai bentuk kepedulian terhadap pengabdian sang guru ngaji.

“Beliau sudah lama mengajar anak-anak mengaji di lingkungannya. Karena sedang sakit, kami datang bersama petugas Bank Jatim untuk menyerahkan haknya,” ujar Teguh.

Baca juga :  Cabdin Pendidikan Jember Dampingi Orang Tua Siswa Hilang Saat PKL di Laut Masalembu

Saat ditemui, kondisi Siti tampak lemah. Pihak keluarga menjelaskan, kesehatannya menurun setelah kehilangan anaknya beberapa waktu lalu.

“Keluarga menyampaikan, beliau sedang drop karena masih berduka,” imbuh Teguh dengan nada haru.

Meski dalam keadaan sakit, Siti terlihat terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah kelurahan. Ia berulang kali mengucap syukur dan terima kasih.

Baginya, uang insentif bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasinya mengajar Al-Qur’an selama puluhan tahun.

Baca juga :  Pemkab Jember Tegaskan Link Beasiswa Cinta Bergema 2025 Belum Resmi Dirilis, Masyarakat Diminta Waspada Tautan Palsu

Langkah yang dilakukan Kelurahan Antirogo tersebut mencerminkan visi Bupati Jember Gus Fawait yang menekankan pelayanan publik yang cepat, humanis, dan menyentuh langsung masyarakat.

“Bupati selalu mengingatkan agar pemerintah hadir di tengah warga, terutama yang membutuhkan perhatian khusus. Ini bagian dari semangat itu,” jelas Teguh.

Momen sederhana di rumah Siti Asiyah menjadi bukti bahwa pelayanan publik di Jember kini berjalan dengan empati hingga ke tingkat paling bawah.