Parta: Pemimpin Terus Berganti Tapi Sampah Tidak Pernah Teratasi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Sampah menjadi persoalan yang pelik di Bali. Seolah menjadi permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh para pengampu kebijakan, walaupun pemimpin sudah berulang kali berganti.
Anggota DPR RI Dapil Bali terpilih, Nyoman Parta menilai Permasalahan sampah di Bali dinilai sudah pada fase membahayakan bagi pariwisata. Pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten kota harus lebih serius lagi menangani masalah ini.
“Permasalahan sampah sering sekali dikeluhkan oleh masyarakat dan wisatawan, tidak pernah selesai dari tahun ke tahun, serta dari pergantian pemimpin yang satu ke pemimpin yang lain, ini bisa jadi bahaya untuk pariwisata Bali jika tidak ditangani dengan serius,” ujar Parta kepada wartawan, Sabtu (1/6/2024).
Lebih lanjut, Parta mengingatkan, dalam jangka panjang masalah sampah dapat menjadi penghambat di sektor pariwisata. Bahkan para wisatawan sudah mulai mengeluhkan banyaknya sampah yang kerap terlihat di beberapa titik di Bali.
Berlarutnya permasalahan sampah di Bali, faktor utama katanya, adalah kurang optimalnya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah.
“Karena mereka (kepala daerah, red) hanya berbicara di atas meja, tidak pernah turun mengedukasi dan mengajak rakyatnya berjuang untuk lepas dari permasalahan sampah,” katanya.
Diketahui, di era Gubernur Bali Wayan Koster telah diterbitkan regulasi dan kebijakan penanganan sampah, seperti Pergub Bali 97/2018 tentang pembatasan Timbulan Sampah Plastik, Pergub Bali 47/2019 tentang pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
Kemudian, Keputusan Gubernur Bali (Kepgub) Nomor 381/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
Serta, diterbitkannya Perda Bali Nomor 6/2023 tentang Pungutan Wisatawan Asing untuk pelestarian budaya dan lingkungan menjadi dasar regulasi kuat dalam penanganan masalah sampah, namun implementasinya dibutuhkan komitmen kuat dari kepala daerah.
Reporter: Dewa Fathur
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan