DIKSIMERDEKA.COM, BANTEN – Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana mendorong PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dapat memberikan solusi dan berkontribusi menjadikan Indonesia menuju energi bersih.

Hal tersebut disampaikan usai melakukan rapat Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) Komisi VI di PT PGN Tbk, Provinsi Banten, Rabu (05/07/2023).

Menurut Rudana setelah melihat tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030, bahwa secara global sudah ada komitmen menuju transisi energi dan mencapai net zero emission di tahun 2050.

Baca juga :  DPR Terima Berkas Notulensi Pembahasan RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

“Dengan tujuan pembangunan berkelanjutan 2030 ini, PT PGN harus berada di depan. Karena kalo kita lihat, transisi energi sekarang banyak menggunakan fosil fuel untuk battery electric vehicle. Oleh karena itu, kita menunjuk salah satu produk PGN, yaitu gas. Di mana gas ini betul-betul menyumbang emisi yang rendah,” terangnya.

Baca juga :  Sah! RUU TPKS Menjadi UU

Lebih lanjut, Rudana mendorong PT PGN Tbk dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. Di sisi lain, diperlukan pula harga pemasok yang sesuai kebutuhan hidup masyarakat. Jika masyarakat ingin mendapatkan harga terendah, maka harus disubsidi juga.

“Tentu tantangan PT PGN dapat penugasan untuk membangun jaringan gas memang mungkin harus dipikirkan secara komprehensif. Melihat penugasan ini tidaklah mudah. Jangan sampai harga pasokan atau subsidi suplai produknya dibiarkan menjadi floating di harga masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga :  Ketua Komisi II DPR RI: Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 Masih Perlu Dievaluasi

Rudana menjelaskan bahwa kontribusi PT PGN untuk menjadikan Indonesia lebih bersih, harus didukung baik dari sisi penganggaran, legislasi maupun pengawasan.

“Harus dikoordinasikan dengan beberapa komisi terkait kelengkapannya, seperti Komisi VI, Komisi VII, Komisi XI, dan yang tidak terlupakan dukungan dari Badan Anggaran,” tutupnya.