“Ini sudah didorong oleh Gubernur agar semuanya meningkatkan produksi. Per data kemarin, komoditas pemicu inflasi sudah turun bahkan sudah mengalami deflasi. Tapi sekarang sudah ada komoditas baru pemicu inflasi yaitu BBM, sabun detergent, rokok, dan juga beras,” terang Dewa Made Indra.

Baca juga :  Bali Siaga Dampak Konflik Timteng, Pemprov dan BI Susun Strategi Selamatkan Ekonomi

Terkait beras, menurutnya, sejauh ini sudah bisa dikendalikan. Hal ini melalui perintah  Gubernur Bali kepada kabupaten-kabupaten sentra  beras untuk mengecek kembali produksi beras, apakah kenaikan harga dipicu oleh produksi atau distribusi. 

Baca juga :  Pengelolaan SP4N Lapor Pemprov Bali Dapat Apresiasi

“Kabupaten Buleleng yang mengalami pergerakan naik harga beras. Sudah di cek langsung oleh Bupati, dan itu sudah bisa diatasi. Jadi tidak semuanya karena faktor produksi,” terang Dewa Made Indra.

Sementara upaya kedua, yakni melakukan intervensi pasar dengan cara menggunakan instrumen APBD untuk menekan harga agar tidak bergejolak naik. Hal ini dilakukan dengan memberikan bantuan transport kepada Perusahaan Daerah yang menghandle komoditi-komoditi penyumbang inflasi.