Remaja AS Bunuh Ibu dan Adik, Sebelumnya Cari Ide Pembunuhan Keluarga via ChatGPT
BOSTON DIKSIMERDEKA.COM – Kasus pembunuhan satu keluarga mengguncang Acton, Massachusetts, Amerika Serikat. Seorang remaja keturunan India-Amerika berusia 17 tahun didakwa membunuh ibu dan adiknya di rumah mereka.
Dilansir The Satrait Times, remaja tersebut, Arjun Aravind, diduga menghabisi nyawa ibunya, Sudha Venkatesan (45), dan adiknya, Siddharth Aravind (14), di kediaman keluarga di Martha Lane.
Yang membuat kasus ini semakin menjadi perhatian, penyidik mengungkap Arjun sebelumnya menggunakan internet dan ChatGPT untuk mencari gagasan atau fantasi mengenai pembunuhan terhadap keluarganya.
Kantor Kejaksaan Middlesex District Attorney’s Office menyebut Arjun menghadapi dua dakwaan pembunuhan atas kematian ibu dan adiknya.
Selain itu, Arjun juga didakwa dengan masing-masing dua tuduhan penyerangan dan kekerasan terhadap anggota rumah tangga atau keluarga, serta penyerangan dan kekerasan. Ia juga menghadapi dakwaan pencurian kendaraan bermotor dan menggunakan kendaraan tanpa izin.
Peristiwa itu terungkap setelah polisi mendatangi rumah keluarga tersebut sekitar pukul 18.37 waktu setempat pada 11 Agustus.
Ayah Arjun menghubungi polisi setelah tidak berhasil menghubungi anggota keluarganya di rumah.
Seorang tutor yang dijadwalkan datang ke kediaman itu juga tidak dapat menghubungi siapa pun di dalam rumah.
Sang ayah diketahui terakhir berbicara dengan istrinya pada pagi hari sebelum berangkat bekerja. Sementara Siddharth terakhir kali terlihat sekitar tengah hari.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan Siddharth di lantai pertama rumah. Sedangkan Venkatesan ditemukan di ruang bawah tanah yang telah selesai dibangun.
Keduanya ditemukan mengalami luka akibat kekerasan yang terlihat secara fisik.
Namun, Arjun tidak berada di rumah. Mobil Honda Accord hijau milik ibunya yang diproduksi pada 2014 juga telah raib.
Polisi kemudian menginformasikan kejadian tersebut kepada sejumlah lembaga penegak hukum lainnya dan meminta masyarakat membantu mencari Arjun serta kendaraan yang dibawanya.
Sehari kemudian, 12 Agustus, polisi di Wayland merespons sebuah alarm yang tidak berkaitan dengan kasus tersebut di area parkir di Andrew Avenue.
Di lokasi itu, petugas menemukan mobil yang sebelumnya dilaporkan hilang. Arjun berada di dalam kendaraan tersebut.
Polisi kemudian mengamankan Arjun tanpa insiden.
Kantor kejaksaan mengungkap adanya perilaku yang mengkhawatirkan sebelum tragedi terjadi.
“Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Arjun belakangan menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan. Di antaranya, ia menggunakan internet dan ChatGPT untuk mencari gagasan atau fantasi mengenai pembunuhan terhadap keluarganya,” kata kantor jaksa wilayah tersebut.
Dalam penyelidikan awal, jaksa menduga Arjun melakukan kekerasan fatal terhadap ibu dan adiknya di dalam rumah.
Setelah itu, ia diduga meninggalkan lokasi menggunakan mobil Honda Accord milik ibunya.
Kasus tersebut kini memasuki proses hukum. Arjun menghadapi dakwaan atas kematian dua anggota keluarganya, sementara penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah pembunuhan.

Tinggalkan Balasan