DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Angka penduduk yang tidak bekerja atau berstatus pengangguran di Bali pada Mei 2026 dilaporkan mengalami penurunan menjadi 40,97 ribu orang atau 1,52 persen. Meski demikian, jumlah penduduk yang bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami kenaikan.

Badan Pusat Statistik (BPS), pada Rabu (5/8/2026) melaporkan penduduk usia kerja pada Mei 2026 sebesar 3,57 juta orang atau bertambah sebesar 8,01 ribu orang jika dibandingkan bulan Februari 2026.

Dari total jumlah tersebut, sekitar 2,70 juta merupakan angkatan kerja, lalu 0,87 juta adalah bukan angkatan kerja.

“Angkatan kerja itu artinya penduduk yang sudah bekerja dan pendudu yang sedang mencari pekerjaan. Sementara yang bukan angkatan kerja itu terdiri dari orang yang bersekokah, orang yang mengurus rumah tangga dan lainya,” terang Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan.

Baca juga :  Jumlah Penduduk Miskin Bali Bertambah Sedikit, Namun Paling Rendah Nasional

Dari angkatan kerja itu, 2,66 juta orang telah bekerja. Jumlah tersebut bertambah 39,05 ribu dibandingkan kondisi pada Februari 2026.

Adapun angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja atau berstatus pengangguran tercatat sebanyak 40,97 ribu orang atau turun 1,35 ribu orang dibandingkan Februari 2026.Secara wilayah, tingkat pengangguran di daerah perkotaan menyumbang 1,47 persen, lalu di daerah perdesaan menyumbang 1,77 persen.

Berdasarkan lapangan usaha, dari sekitar 2,66 juta penduduk yang sudah bekerja, sebesar 47,87 persen berstatus buruh/karyawan/pegawai. Kondisi tersebut naik sekitar 42,24 ribu jika dibandingkan Februari 2026.

Baca juga :  Indikator Makro Pencapaian Pembangunan 2025: Bali Ungguli Jawa Barat

Sementara itu, penduduk yang berstatus berusaha sendiri mengalami peningkatan signifikan sebesar 65,56 ribu pada Mei 2026, jika dibandingkan dengan Februari 2026. Secara persentase penduduk pekerja mandiri yaitu 20,52 persen.

Adapun penduduk pekerja mandiri merupakan mekeka yang bekerja atau berusaha dengan menanggung resiko secara ekonomis sendiri seperti pedagang yang berjualan sendiri atau pelaku jasa yabg melakukan pekerjaanya sendiri, tanpa mempekerjakan orang lain.

Selanjutnya, jumlah penduduk dengan status pekerja keluarga juga mengalami pertumbuhan. Dibandingkan Februari 2026, penduduk dengan status pekerja keluarga mengalami kenaikan 17,52 ribu pada Mei 2026.

Jika diklasifikasikan pada Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal menjadi 1,37 juta orang atau 51,55 persen, naik dibandingkan Februari 2026 sebesar 50,65 persen.

Baca juga :  Hadiri FGD IDI, Sekda Apresiasi Peningkatan Index Demokrasi Bali

Sementara itu, penduduk yang bekerja di sektor informal turun dari 49,35 persen pada Februari 2026, menjadi 48,45 persen atau 1,29 juta orang.

“Secara normatif pekerja formal mendapatkan tingkat kesejahteraanya lebih baik dibandingkan yang informa,” ungkapnya.

Dari segi tingkat pendidikan, lulusan SD mendominasi pasar kerja di Bali yaitu sejumlah 27,41 persen. Lalu lulusan SMP sebanyak 12,65 persen, lulusan SMA 21, 86 persen, SMK 16,31 persen, Diploma I-III 7,07 persen, Diploma IV, S1-S3 sebanyak 14,61 persen.

Reporter: Agus Pebriana