DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Bali pada triwulan II 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,78 persen. Meski tumbuh, angka tersebut lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,95 persen.

Sektor Kontruksi dan Belanja Pemerintah menjadi lapangan usaha yang menopang pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan Produk Domestik Bruto Regional (PDRB) Bali atas dasar harga konstan pada triwulan II sebesar Rp47, 34 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp89,27 triliunn.

Baca juga :  Wagub Giri Prasta: UMKM Bali Harus Adaptif dan Berdaya Saing Global

“Sehingga secara akumulatif, sampai dengan semester I 2026, ekonomi Bali tercatat tumbuh 5,68 persen,” terangnya, Rabu (5/8/2026).

Gede Hendrayana mengatakan secara umum triwulan II merupakan puncak aktivitas ekonomi Bali. Berdasarkan data yang dihimpun dari tahun 2021, aktivitas ekonomi akan meningkat pada triwulan II dibandingkan triwulan I.

Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi mencatatkam pertumbuhan positif. BPS mencatat hanya sektor transportasi dan pergudangan yang mengalami kontraksi sebesar -0,64 persen secara tahunan.

Baca juga :  Geliatkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Bali Ekspor 12 ton Bawang Merah ke Singapura

“Terkontraksinya karena angkutan penumpang maupun barang yang menggunakan transportasi udara maupun laut tercatat mengalami penurunan,” ungkapnya.

Adapun tiga sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan yakni, pengadaan listrik dan gas tumbuh 15,98 persen, didorong oleh meningkatkan konsumsi listrik dihampir seluruh kelompok pelanggan dari rumah tangga sampao industri.

Administrasi pemerintah tumbuh 14,31 persen. Pertumbuhan itu ditopang oleh belanja pegawai salah satunya pemberian gajih ke-13.

Lalu, lapangan usaha kontruksi tumbuh 8,40 persen yang didorong oleh meningkatkan pengadaan semen dan realisasi proyek pembangunan baik dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak swasta.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Dorong Penguatan UMKM dalam Transformasi Ekonomi Bali

Sementara itu, lima sektor usaha menjadi sumber penyumbang pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II yaitu kontruksi sebesar 0,82 persen, administrasi pemerintah 0,82 persen, perdagangan besar dan eceran 0,79 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 0,77 persen, serta akomodasi dan makan minum 0,74 persen.

“Sebelumnya yang menjadi penyumbang pada pertumbuhan ekonomi itu akomodasi dan makan minum, sementara sekarang posisinya agak merata,” ungkapnya.

Reporter: Agus Pebriana