TOKYO, DIKSIMERDEKA.COM – Gempa Jepang yang mengguncang Prefektur Kumamoto kembali memakan korban. Pemerintah Jepang mengonfirmasi 13 orang meninggal dunia, sementara operasi pencarian korban hilang terus dilakukan. Di sisi lain, layanan Shinkansen, penerbangan, dan sejumlah aktivitas ekonomi masih terganggu akibat dampak gempa berkekuatan 7,1 magnitudo tersebut.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah telah mengonfirmasi sedikitnya 13 korban jiwa akibat gempa yang mengguncang wilayah Kumamoto pada Selasa sore waktu setempat.

Dilansir dari Kyodo News, untuk mempercepat pencarian korban, Kepolisian Metropolitan Tokyo mengerahkan sedikitnya satu helikopter serta tim penyelamat khusus beranggotakan delapan personel yang memiliki keahlian dalam operasi tanggap bencana.

Baca juga :  Perdana Menteri “Rock Star” Jepang bikin geger: Takaichi taruh jabatan di meja, pemilu kilat jadi ajang hidup-mati

Salah satu insiden paling mematikan terjadi di sebuah pusat perbelanjaan milik Aeon Group di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto. Ledakan yang terjadi setelah gempa menyebabkan lantai dua bangunan runtuh.

Pemerintah daerah menyatakan dua perempuan dipastikan meninggal dunia, sementara seorang perempuan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Selain itu, lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Sekitar 200 orang dilaporkan telah dievakuasi sebelum lantai dua pusat perbelanjaan tersebut ambruk, sehingga jumlah korban diperkirakan tidak lebih besar.

Baca juga :  Gempa Dahsyat Jepang, 5 Tewas, 9 Hilang, 300 Ribu Warga Mengungsi

Shinkansen Masih Berhenti Beroperasi

Operator kereta cepat Jepang menyatakan layanan Kyushu Shinkansen masih dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan jalur dan infrastruktur selesai dilakukan.

Sementara itu, Biro Transportasi Kota Kumamoto mengumumkan layanan trem mulai kembali beroperasi dengan kecepatan terbatas. Namun, operasional dapat kembali dihentikan apabila terjadi gempa susulan yang kuat.

Di sektor transportasi udara, Japan Airlines (JAL) membatalkan 11 penerbangan, sedangkan All Nippon Airways (ANA) membatalkan dua penerbangan akibat dampak gempa.

Gempa juga mengganggu aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Sejumlah perusahaan menghentikan sementara operasionalnya, sementara ribuan rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik.

Baca juga :  Gempa Dahsyat Jepang, 5 Tewas, 9 Hilang, 300 Ribu Warga Mengungsi

Gempa yang terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat itu mengguncang Prefektur Kumamoto dengan intensitas maksimum 7 pada skala seismik Jepang (Shindo), yang merupakan tingkat guncangan tertinggi dalam sistem pengukuran gempa di negara tersebut.

Pemerintah Jepang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, sambil memastikan seluruh sumber daya dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, dan pemulihan infrastruktur di wilayah yang terdampak.