Pemerintah Thailand meluncurkan aplikasi digital yang memudahkan wisatawan menemukan pedagang kaki lima bersertifikat. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar kebersihan, pelayanan, dan kualitas kuliner jalanan sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

BANGKOK, DIKSIMERDEKA.COM – Thailand resmi meluncurkan aplikasi Thai Street Gold Star, sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat dan wisatawan mencari pedagang kaki lima yang telah memenuhi standar pemerintah.

Dilansir dari TThai TV5 HD,aplikasi tersebut menampilkan daftar pedagang bersertifikat lengkap dengan menu andalan, lokasi usaha, serta petunjuk perjalanan. Pada tahap awal, layanan ini baru tersedia di Bangkok, Pattaya (Provinsi Chonburi), dan Chiang Mai.

Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand Lalida Persvivatana mengatakan program tersebut bertujuan membantu pelaku usaha kuliner kaki lima menjangkau lebih banyak pelanggan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus meningkatkan standar usaha hingga setara dengan standar internasional.

Peluncuran aplikasi dilakukan oleh Menteri yang bertugas di Kantor Perdana Menteri Napintorn Srisunpang dalam ajang Thailand Food Therapy Festival & Thai Street Gold Star Roadshow.

Program ini dijalankan melalui kerja sama Office of Small and Medium Enterprises Promotion (OSMEP), Suan Dusit University, serta sejumlah organisasi mitra.

Sertifikasi Berdasarkan Tiga Aspek

Pedagang yang ingin memperoleh sertifikasi harus memenuhi persyaratan dalam tiga kategori utama, yaitu keamanan pangan, keunikan menu, dan kualitas pelayanan.

Aspek keamanan mencakup kebersihan makanan dan sanitasi. Penilaian keunikan berfokus pada identitas khas hidangan yang disajikan, sedangkan aspek pelayanan mengukur kualitas layanan kepada pelanggan.

Melalui sertifikasi tersebut, pemerintah berharap konsumen semakin percaya terhadap pedagang yang berpartisipasi, sementara pelaku usaha memperoleh daya saing lebih kuat di sektor pariwisata Thailand.

Melalui aplikasi, pengguna dapat mencari lokasi pedagang bersertifikat, melihat rekomendasi menu, hingga memperoleh petunjuk arah menuju lokasi usaha.

Pedagang Diberi Pelatihan dan Promosi

Selain memperoleh sertifikasi, pelaku usaha juga akan mendapatkan pelatihan mengenai penyusunan rencana bisnis, pemasaran digital, sanitasi makanan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Pedagang yang lolos seleksi juga berkesempatan mengikuti berbagai roadshow di Bangkok, Pattaya, dan Chiang Mai untuk mempromosikan produk mereka kepada wisatawan dan masyarakat.

Pemerintah menilai kegiatan tersebut dapat membantu pelaku UMKM memperluas jaringan usaha, meningkatkan penjualan, dan menambah pendapatan.

Menurut Lalida, program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah sekaligus memperkuat posisi Thailand sebagai destinasi wisata kuliner dunia.

Pasar Kuliner Kaki Lima Capai Rp139,9 Triliun

Pemerintah Thailand mencatat nilai pasar kuliner kaki lima di negara tersebut telah melampaui 261 miliar baht, atau sekitar Rp139,9 triliun (dengan kurs 1 baht = Rp536,06), dan terus menunjukkan pertumbuhan.

Sektor ini dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi pelaku usaha kecil sekaligus pilar utama industri pariwisata Thailand.

Lalida juga menyoroti pengakuan internasional terhadap kuliner Thailand. Pada 2025, Bangkok menempati posisi kota dengan kuliner terbaik kedua di dunia versi Time Out, naik dari peringkat keenam pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Jalan Banthat Thong di Bangkok masuk dalam daftar jalan terbaik di dunia berkat reputasinya sebagai pusat kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pemerintah berharap kombinasi peningkatan standar layanan dan pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat daya saing pelaku usaha, meningkatkan pendapatan UMKM, mendorong sektor pariwisata, serta mengukuhkan Thailand sebagai destinasi wisata gastronomi dan kesehatan kelas dunia.

Bisa Menjadi Inspirasi bagi Indonesia

Konsep aplikasi pencarian pedagang kaki lima bersertifikat seperti yang diterapkan Thailand dinilai dapat menjadi inspirasi bagi berbagai daerah wisata di Indonesia.

Di Bali, misalnya, wisatawan sering mencari warung makan lokal yang higienis dan menyajikan makanan autentik. Platform digital yang menggabungkan sertifikasi kebersihan, informasi menu, ulasan, hingga navigasi lokasi dapat membantu wisatawan menemukan kuliner berkualitas sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.

Model serupa juga berpotensi diterapkan di destinasi lain seperti Bali,Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Lombok, Labuan Bajo, hingga Danau Toba, yang sama-sama memiliki kekayaan kuliner khas. Dengan dukungan pemerintah daerah, asosiasi UMKM, dan teknologi digital, aplikasi semacam itu tidak hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga dapat menjadi instrumen promosi kuliner lokal yang lebih terukur, memperkuat standar keamanan pangan, dan meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia di tingkat internasional.