DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya optimistis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata dapat menembus 7 juta kunjungan hingga akhir 2026. Target tersebut hampir setara dengan capaian tahun 2025 yang mencapai 7,05 juta kunjungan.

Hingga Mei 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Bali sebanyak 2.598.143 kunjungan. Angka itu turun 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.644.879 kunjungan.

Menanggapi data tersebut, Sumarajaya menilai penurunan tipis itu merupakan bagian dari dinamika industri pariwisata global. Menurutnya, Bali tetap menjadi salah satu destinasi internasional yang paling diminati.

Baca juga :  Kadispar Bali Terima Aduan Bule Jatuh dari Tangga Hotel di Seminyak

“Penurunan ini relatif kecil dan masih menunjukkan Bali tetap menjadi salah satu destinasi wisata internasional yang paling diminati. Apalagi pada Juni ada peningkatan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Sumarajaya.

Ia menjelaskan, sejumlah pasar utama masih menunjukkan pertumbuhan positif. Sementara itu, beberapa pasar lain tengah mengalami penyesuaian akibat kondisi ekonomi global, perubahan pola perjalanan, kapasitas penerbangan, hingga faktor geopolitik di sejumlah kawasan.

Sumarajaya menegaskan Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas kunjungan.

Baca juga :  Kadispar Bali Sebut Izin Wisata Helikopter dari Pusat

Menurutnya, wisatawan berkualitas adalah mereka yang tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak selama berada di Bali, menghormati budaya dan adat istiadat lokal, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Untuk mencapai target kunjungan 7 juta wisman pada 2026, Pemprov Bali menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya memperkuat promosi pariwisata di pasar utama seperti Australia, India, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Eropa, dan Amerika, sekaligus membuka pasar potensial baru.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penyelenggaraan berbagai event internasional, sport tourism, meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), festival budaya, hingga pengembangan pariwisata berbasis desa wisata.

Baca juga :  Soal Voucher Potongan Harga Wisman, Dispar: Pelaku Pariwisata Butuh Waktu

“Di samping itu, kami terus meningkatkan kualitas destinasi melalui penerapan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, termasuk penegakan tata kelola pariwisata, kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kebijakan yang mendorong wisatawan menghormati budaya, adat istiadat, dan lingkungan Bali,” ujarnya.

Ia optimistis target kunjungan wisman tahun ini dapat tercapai dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Pariwisata Bali dibangun melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh komponen yang menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” ungkap Sumarajaya.

Reporter: Agus Pebriana