DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengungkapkan perkembangan terbaru rencana groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya.

Dewa Indra memastikan bahwa jadwal gorundbreking sejauh ini tidak bergeser dari yang ditentukan yaitu 8 Juli 2026.

Ia mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah telah menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan groundbreking. Ia mengatakan saat ini, Pemprov Bali hanya menunggu kesiapan pemerintah pusat.

Baca juga :  Sekda Bali: Pemerintah Daerah Berperan Penting Perkuat Komitmen Aksi Iklim

“Sudah ada jadwalnya, rapatnya sudah. Mungkin masih menunggu kesiapan dari pemerintah pusat kapan akan hasilnya,” ungkap Dewa Indra, Selasa (30/6/2026).

Selain itu, Dewa Indra juga masih menunggu kepastian pejabat yang nanti akan melakukan prosesi groundbreaking PSEL Denpasar Raya.

Baca juga :  Program GNPIP Diharapkan Bangun Ekosistem Pangan Bali Mandiri

“Itu masih kita tunggu sama-sama (terkait pejabat yang melakukan groundbreaking). Saya belum dapat konfirmasi dari humas protokol . Mudah-mudahan tidak ada gangguan,” terangnya.

Sebelumnya, pemerintah mulai melakukan pematangan lahan untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di kawasan Benoa menjelang pelaksanaan groundbreaking pembangunan fasilitas tersebut yang dijadwalkan pada 8 Juli 2026.

Baca juga :  Dewa Indra Sebut Pemprov Bali akan Optimalkan Pungutan Wisatan Asing

Direktur Operasional PT Daya Energi Bersih Nusantara, Maulana Muhammad, mengatakan pematangan lahan menjadi bagian dari tahapan awal menuju groundbreaking proyek.

“Persiapan lahan untuk groundbreaking sudah dimulai dari sekarang. Kami masih punya waktu sekitar 40 sampai 45 hari menuju pelaksanaan groundbreaking pada 8 Juli nanti,” kata Maulana, Jumat (22/6/2026).

Reporter: Agus Pebriana