Koster Jajaki Kerja Sama Internasional untuk Percepat Transformasi Hijau Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memperluas jejaring kerja sama internasional untuk mempercepat transformasi menuju pembangunan hijau. Dalam rangkaian London Climate Action Week 2026 yang berlangsung 20-24 Juni 2026, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah lembaga dan perusahaan global guna menjajaki kolaborasi di bidang pengelolaan sampah, transportasi rendah emisi, serta pembangunan berkelanjutan.
Salah satu agenda utama dilakukan bersama BIFFA, perusahaan pengelolaan limbah dan daur ulang terbesar di Inggris. Pertemuan yang juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI itu membahas peluang kerja sama dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah modern berbasis Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab produsen terhadap sampah kemasan, sebuah model yang telah diterapkan di berbagai negara maju.

Dalam forum tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menyampaikan Bali diproyeksikan menjadi daerah percontohan nasional dalam penerapan EPR setelah pemerintah pusat menerbitkan regulasi pelaksana. Menyambut peluang tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan kajian awal penyusunan Rancangan Peraturan Daerah sebagai dasar implementasi kebijakan tersebut.

“Kami sudah menyiapkan kajian awal penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Extended Producer Responsibility. Setelah Peraturan Presiden diterbitkan, Bali siap memproses perda tersebut dan menjadi daerah percontohan penerapan EPR di Indonesia,” kata Koster, Senin (29/6/26).

Selain pengelolaan sampah, Koster juga melakukan penjajakan kerja sama dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Transport for London untuk mendukung pengembangan sistem transportasi hijau di Bali. Pembahasan mencakup perencanaan transportasi publik yang terintegrasi, pengembangan kendaraan listrik, hingga penerapan teknologi rendah emisi yang mendukung mobilitas berkelanjutan.
Menurut Koster, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam mempercepat implementasi berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Bali di bidang lingkungan hidup.

“Kami ingin membangun sistem transportasi yang modern, terintegrasi, sekaligus ramah lingkungan sehingga mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kualitas lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Bali,” ujar Koster.
Dalam pertemuan tersebut, Koster juga mengundang PwC untuk berkolaborasi menyusun model transportasi hijau di kawasan Sarbagita yang meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Penjajakan dengan berbagai mitra internasional itu menunjukkan bahwa Bali tidak hanya memperkenalkan keberhasilan kebijakan pembangunan hijau kepada dunia, tetapi juga aktif membangun kemitraan strategis untuk mempercepat pengelolaan sampah modern, pengembangan energi bersih, dan sistem transportasi rendah karbon.
Melalui rangkaian London Climate Action Week 2026, Pemerintah Provinsi Bali berharap kerja sama yang mulai dibangun bersama berbagai lembaga internasional tersebut dapat memperkuat kapasitas daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus menjadikan Bali sebagai salah satu rujukan transformasi hijau di Indonesia.

Tinggalkan Balasan