PLN Indonesia Power Dukung Keberlanjutan Program HIV di Denpasar
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – PT PLN Indonesia Power UBP Bali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan program penanggulangan HIV di Kota Denpasar dengan berpartisipasi dalam workshop bertajuk ‘Membangun Kesadaran dan Memobilisasi Sumber Daya Domestik untuk Program Keberlanjutan HIV di Kota Denpasar’, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang digelar Yayasan Spirit Paramacitta tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung keberlanjutan program HIV, khususnya bagi Orang dengan HIV dan AIDS (ODHIV) di Bali.
Workshop diawali dengan pemaparan profil yayasan, dilanjutkan penyampaian situasi HIV dan kesenjangan pembiayaan program oleh Dinas Kesehatan Kota Denpasar.
Selanjutnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar memaparkan pentingnya sinergi kebijakan dan dukungan lintas sektor dalam penanganan HIV.
Ahmad Nur Hakim selaku Junior Officer K3 menegaskan pentingnya peran sektor swasta dalam mendukung penanggulangan HIV melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), edukasi di lingkungan kerja, serta penguatan kebijakan inklusif yang bebas stigma terhadap ODHIV.
“Dunia usaha memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan mendukung kesetaraan bagi seluruh pekerja, termasuk ODHIV, ” terangnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi brainstorming, diskusi interaktif, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Denpasar.
Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah konkret dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta dalam memperkuat program penanggulangan HIV di Kota Denpasar.
Adapum sekilas, PT PLN Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkitan terbesar di Asia Tenggara yang berada di bawah Sub Holding BUMN kelistrikan PT PLN (Persero).
Perusahaan ini terus berkomitmen menjadi perusahaan energi berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi masa depan menuju The New PLN 4.0 Unleashing Energy and Beyond.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan