Bali Makin Dilirik Industri Film Dunia

DIKSIMERDEKA.COM TABANAN-Studio film berbasis di Bali, Viking Sunset Studios, mencuri perhatian di Cannes Film Festival 2026 setelah tampil sebagai salah satu pemain penting dalam industri perfilman global yang terus berkembang.

Festival Film Cannes sendiri merupakan salah satu ajang perfilman paling bergengsi di dunia yang digelar setiap tahun di Kota Cannes, Prancis. Festival ini menjadi tempat berkumpulnya rumah produksi besar, sutradara ternama, investor film, hingga aktor kelas dunia untuk memamerkan karya terbaik mereka.

Cannes juga dikenal sebagai “panggung elite” industri perfilman internasional karena film-film yang masuk kompetisi resmi biasanya mendapat perhatian besar dari media global dan pasar distribusi internasional.

Baca juga :  Update Kasus Covid-19 Bali, Dewa Indra: Tak Ada Penambahan Pasien Positif

Film Immersive Masuk Kompetisi Cannes

Viking Sunset Studios ikut terlibat dalam proyek “The Pirate Queen: No Safe Waters” yang berhasil masuk kompetisi perdana Cannes Immersive Competition.

Proyek tersebut menjadi satu dari hanya delapan karya yang dipilih dalam kategori baru Cannes yang fokus pada pengalaman sinematik imersif atau pengalaman menonton yang membuat penonton seolah masuk langsung ke dalam cerita.

Film itu disutradarai Eloise Singer dan dinarasikan oleh Lucy Liu.

Karya tersebut menghadirkan pengalaman sinematik yang membawa penonton masuk langsung ke dunia bajak laut perempuan paling berpengaruh dalam sejarah.

Baca juga :  Menko Luhut Pastikan Bali Siap Menyambut KTT G20 2022

Studio Bali Bidik Produksi Global

CEO Viking Sunset Studios Bo H. Holmgreen mengatakan Cannes menjadi ajang penting untuk memperlihatkan bahwa Bali mampu menjadi pusat produksi film kelas dunia.

“Cannes adalah tempat industri film dunia menjalankan bisnis sebenarnya,” ujar Holmgreen.

Menurutnya, studio di Bali kini mampu menawarkan kualitas produksi internasional dengan biaya lebih efisien dan lokasi visual yang unik.

Punya Green Screen Terbesar di Kawasan

Dilansir dari press release oleh wirenews,Viking Sunset Studios berada di Tabanan, Bali, dan memiliki fasilitas green screen kedap suara terbesar di kawasan tersebut yang langsung menghadap pantai.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Apresiasi Segala Sumbangsih dalam Melawan Pandemi Covid-19

Studio itu juga dilengkapi penginapan mewah, helipad, dan infrastruktur produksi modern.

VSS menyebut fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung produksi film internasional, serial televisi, dokumenter, hingga proyek independen.

Ekspansi ke Teknologi dan IP Global

Selain memperkuat fasilitas produksi, Viking Sunset Studios juga memperluas investasi ke sektor hiburan digital dan pengembangan intellectual property (IP) global.

Perusahaan bekerja sama dengan Northern Lights Studios serta sejumlah mitra Eropa untuk memperkuat produksi internasional berbasis Bali.