Koster Ungkap Rencana Bali Jadi Kawasan Khusus Pusat Keuangan Dunia
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan rencana Pemerintah Pusat yang tengah menyiapkan Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pusat Keuangan Dunia atau International Financial Center.
Koster menilai rencana tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap penguatan ekosistem ekonomi Bali, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas yang tidak bergantung pada sumber daya alam.
“Saya mendapatkan telepon dari Jakarta dari Pak Luhut Panjaitan terkait kunjungan Presiden ke Bali untuk mempersiapkan Bali jadi Kawasan Khusus Pusat Keuangan Dunia atau International Financial Center,” ungkapnya

Menurut dia, sejumlah pelaku usaha besar dari Abu Dhabi dan Dubai disebut mulai melirik Bali sebagai lokasi investasi dan pengembangan bisnis karena dinilai memiliki kenyamanan, stabilitas, serta daya tarik budaya yang kuat.
“Hadirnya pusat keuangan ini akan sangat bagus bagi ekosistem ekonomi Bali karena para pelaku usaha besar di Abu Dhabi dan Dubai ingin pindah ke Bali karena Bali ini sangat nyaman,” ujarnya.
Koster menyebut Bali memang dinilai cocok menjadi pusat ekonomi berbasis jasa dan keuangan karena tidak memiliki sumber daya alam dalam skala besar seperti daerah lain di Indonesia.
“Ini tentu hal bagus dan cocok bagi ekonomi Bali yang berkualitas yang tidak memiliki sumber daya alam,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama tim guna memastikan rencana tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Namun ini akan kita bahas dengan tim agar bisa bermanfaat bagi daerah dan masyarakat,” ujar Koster.
Sebelumnya, Pemerintah Pusat dikabarkan tengah mematangkan rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan di Bali dengan konsep serupa Dubai International Financial Centre (DIFC) di Uni Emirat Arab.
KEK tersebut dirancang untuk menarik investasi asing, memperkuat industri jasa keuangan, serta membuka peluang pengembangan sektor perbankan, fintech, asuransi, hingga pasar modal di Indonesia.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan