Denpasar Dukung Penuh Program Pemagangan Nasional, Serap hingga 60 Persen Tenaga Kerja
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Pemagangan Nasional sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja dan menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (16/4/2026).
Arya Wibawa menegaskan, program pemagangan menjadi wahana efektif dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai, khususnya di sektor pariwisata dan jasa yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Denpasar.
“Sekitar 40 hingga 60 persen peserta pemagangan berpotensi direkrut menjadi pekerja tetap. Ini menunjukkan pemagangan efektif menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkot Denpasar secara konsisten memastikan pelaksanaan program pemagangan berjalan sesuai regulasi, mengacu pada Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Plt. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Estiarty Haryani, Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi Andri Susila, Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan, serta jajaran OPD dan pemangku kepentingan terkait.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini menjelaskan, kunjungan ini bertujuan mendalami pelaksanaan program pemagangan nasional, khususnya bagi lulusan perguruan tinggi yang masih membutuhkan penguatan keterampilan praktis.
“Banyak lulusan memiliki kompetensi akademik, namun perlu penguatan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” jelasnya.
Ia menilai Kota Denpasar sebagai lokasi strategis karena merupakan pusat ekonomi, pemerintahan, dan jasa di Bali, serta berdekatan dengan kawasan pariwisata internasional seperti Sanur, Kuta, dan Nusa Dua.
Menurutnya, karakter ekonomi Denpasar yang berbasis jasa dan pariwisata menjadikannya potensial sebagai model pengembangan program pemagangan yang dapat direplikasi di daerah lain.
Dalam kunjungan tersebut, juga diserahkan secara simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan berupa jaminan kematian, jaminan hari tua, dan beasiswa kepada ahli waris peserta.
Komisi IX DPR RI berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran komprehensif terkait pelaksanaan program pemagangan, termasuk tantangan dan peluang pengembangannya ke depan.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan