Pemkab Jember dan Pertamina Kompak Atasi Kelangkaan BBM, Distribusi Diperkuat Demi Layanan Publik
DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemkab Jember dan PT Pertamina (Persero) berkolaborasi mengatasi kelangkaan BBM yang melanda sejumlah wilayah, dengan memperkuat pasokan dan menjamin kelancaran layanan publik.
Bupati Jember Muhammad Fawait memimpin langsung audiensi bersama jajaran Pertamina di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (29/07), untuk mencari solusi konkret atas krisis BBM.
Audiensi dihadiri oleh Sales Branch Manager Pertamina wilayah Jember, Sekda, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan krisis.g

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah, Yang penting adalah memastikan masyarakat mendapat akses BBM secara aman dan merata,”tegas Bupati Fawait.
Pemkab telah menerapkan berbagai langkah cepat, termasuk kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN dan pembelajaran daring untuk pelajar demi mengurangi mobilitas.
Bupati juga memastikan, pemantauan terhadap 40 SPBU di seluruh Jember dilakukan setiap hari untuk menjamin distribusi merata dan terkendali.
Bupati Fawait menutup audiensi dengan penegasan bahwa komunikasi dan evaluasi harian akan terus dilakukan bersama Pertamina.
“Tantangan ini harus kita hadapi bersama. Kolaborasi pemerintah dan BUMN seperti Pertamina adalah kunci,” kata Fawait menegaskan.
Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Hadi Mulyono, M.Si, melaporkan beberapa sekolah negeri seperti SMA 1 dan SMA 2 Jember telah beralih ke sistem daring.
“Sekolah swasta juga sedang menyesuaikan metode pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal,” kata Hadi dalam rapat tersebut.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Gatot Triyono, menyatakan antrean panjang di SPBU sudah mulai terurai. Pasokan BBM meningkat signifikan dalam dua hari terakhir.
“Dulu antrean bisa sampai 400 meter, sekarang jauh berkurang. Ini dampak positif dari penambahan pasokan,” ujar Gatot.
Ia juga melaporkan progres perbaikan jalan nasional Gumitir yang kini telah mencapai 6 persen, serta permintaan surat siaga longsor kepada Pemkab.
Kepala Satpol PP, Bambang Rudianto, menegaskan personelnya telah disebar ke titik-titik padat untuk menjaga ketertiban selama masa darurat distribusi BBM.
“Kondisi saat ini jauh lebih terkendali, tetapi personel tetap kami siagakan di titik-titik strategis,” ucap Bambang.
Kabar baik datang dari Sales Branch Manager Pertamina Jember, Hendra Saputra, yang memastikan peningkatan pasokan hingga 100 persen dari hari biasa.
“Hari ini kami kirim lebih dari 2.000 kiloliter ke Jember. Prioritas kami adalah SPBU kota dan jalur utama,” ujar Hendra tegas.
Ia menambahkan, Jember saat ini menjadi salah satu wilayah prioritas nasional dalam distribusi BBM karena situasi darurat dan tingginya kebutuhan masyarakat.
Plt. Kepala BKPSDM, Rachman Hidayat, menyampaikan ASN telah memulai kebijakan WFA.
Ia mengimbau warga tak memborong BBM secara berlebihan.
“Pembelian berlebihan justru mengganggu pasokan untuk layanan esensial seperti ambulans dan pemadam kebakaran,” katanya.
Penjabat Sekda Jember, Jupriono, menegaskan SPBU yang melayani kebutuhan publik akan diutamakan. Pemkab juga bersiap menyambut perayaan 17 Agustus dan JFC.
“Kebutuhan BBM akan meningkat saat JFC dan Hari Kemerdekaan. Kami sudah siapkan distribusi khusus untuk itu,” terang Jupriono.
Pertemuan lanjutan antara Pemkab Jember dan Pertamina dijadwalkan besok guna mengevaluasi perkembangan dan menentukan langkah berikutnya.

Tinggalkan Balasan