DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Hari kedua Jember Fashion Carnival (JFC) 2025 menghadirkan kemeriahan luar biasa lewat Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) pada Sabtu siang, 9 Agustus 2025.

Ribuan penonton memadati rute dari Alun-Alun Jember Nusantara hingga Kota Cinema Mall. Parade menampilkan berbagai atraksi seni budaya dari penjuru Indonesia yang memukau mata.

Partisipasi daerah tahun ini meningkat tajam. Hampir seluruh kabupaten, kota, dan provinsi berkontribusi, menegaskan Jember sebagai pusat kreativitas karnaval yang mempersatukan keragaman budaya nasional.

Ketua Umum Asosiasi Karnaval Indonesia, David K. Susilo, memberikan penghormatan khusus kepada pendiri JFC, almarhum Dynand Faris. “Beliau melahirkan dua organisasi besar yang mengubah wajah karnaval Indonesia,” ujarnya.

Baca juga :  Pemkab Jember Fokus Bangkitkan Daerah Lewat Kolaborasi Strategis dengan Universitas Jember

Menurut David, Yayasan JFC lahir pada 2003, disusul Asosiasi Karnaval Indonesia pada 2013. “Keduanya adalah wujud kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Ia menegaskan, asosiasi menjadi wadah untuk berbagi dan tumbuh bersama seluruh pelaku karnaval. “Kita punya 786 kebudayaan yang menjadi kekuatan diplomasi budaya Indonesia,” kata David.

Tahun ini, asosiasi mengangkat tema kearifan lokal masyarakat adat Nusantara. Dua komunitas, yakni pelaku adat dan pelaku karnaval kontemporer, tampil bersatu dalam satu parade besar.

“Proses penyatuan ini membutuhkan waktu, tapi tujuannya jelas: memperkenalkan budaya Indonesia dan menanamkan identitas kepada generasi muda,” tutup David.

Baca juga :  Menjelang Iduladha, 35 Titik Penjualan Hewan Kurban di Jember Disidak Petugas

Utusan Kepresidenan Bidang Pariwisata, Zita Anjani, juga memberikan apresiasi. “WACI 2025 bukan sekadar karnaval, ini adalah catwalk identitas bangsa,” kata Zita dalam sambutannya.

Menurutnya, WACI menjadi perayaan keberagaman untuk menyambut HUT ke-80 RI. “Kita undang dunia untuk melihat bahwa Indonesia punya berjuta warna dan warisan,” lanjutnya.

Zita menilai, dari Sabang hingga Wakatobi, daerah mampu menyulap tradisi menjadi karya seni megah. Ia menyebut akar budaya Indonesia justru semakin kokoh di tengah perkembangan zaman.

Presiden Prabowo, kata Zita, selalu menekankan pentingnya inovasi pariwisata. “Bukan hanya bertahan, tapi berkembang dan memberi inspirasi,” tuturnya.

Baca juga :  Gus Fawait Tancap Gas! Dari Bonus Atlet Fantastis hingga 1.200 Nakes Turun ke Desa

WACI 2025 membuktikan bahwa karnaval dapat menjadi media diplomasi budaya yang efektif. Penonton tak hanya menikmati hiburan, tetapi juga mengenal kekayaan tradisi nusantara.

Bagi Jember, kehadiran WACI semakin mengukuhkan posisinya sebagai ikon karnaval dunia yang menggabungkan seni, kreativitas, dan persatuan.

Parade ini juga memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Wisatawan dari berbagai daerah memadati hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh di Jember.

Dengan keberhasilan tahun ini, Jember kembali menunjukkan bahwa karnaval dapat menjadi panggung besar yang merangkai seluruh potensi budaya Indonesia dalam satu harmoni.