Selat Hormuz Memanas, Pemerintah Amankan Kapal Indonesia dan Pasokan BBM
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA —Ketegangan di Selat Hormuz Iran mulai berdampak pada Indonesia. Pemerintah bergerak cepat untuk mengamankan kapal nasional sekaligus memastikan pasokan BBM tetap aman di tengah situasi yang memanas.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak guna menjaga keselamatan kapal dan awak, sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap stabil.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi risiko di jalur pelayaran strategis tersebut.
“Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah, selain memastikan muatan energi tetap aman,” ujarnya, Minggu (29/3).
Iran Beri Sinyal Positif
Dari sisi diplomasi, pemerintah Indonesia juga bergerak cepat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa koordinasi dengan otoritas Iran telah dilakukan sejak awal.
Respons positif dari pihak Iran membuka peluang bagi kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman, meski situasi kawasan masih dinamis.
Pertamina Siapkan Kapal Strategis
Sementara itu, Pertamina melalui anak usahanya Pertamina International Shipping tengah menyiapkan dua kapal penting, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Langkah teknis dan administratif terus dipersiapkan agar kedua kapal tersebut dapat melintas dengan aman di jalur yang menjadi pusat distribusi minyak dunia tersebut.
“Prioritas kami tetap pada keselamatan awak kapal dan keamanan muatan,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.
Pasokan BBM Dijaga, Sumber Energi Didiversifikasi
Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, pemerintah juga mulai memperkuat strategi ketahanan energi. Salah satunya dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dari luar kawasan Timur Tengah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar memperluas sumber impor energi.
Sepanjang 2025, Indonesia mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19 persen berasal dari Arab Saudi. Sisanya dipasok dari Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, hingga kawasan Asia Tenggara.
Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Energi Dunia
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu gangguan distribusi energi global, termasuk bagi Indonesia.
Karena itu, pemerintah memastikan langkah pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari diplomasi, teknis pelayaran, hingga strategi diversifikasi energi.

Tinggalkan Balasan