DIKSIMERDEKA.COM, WAMENA – Terjadi unjuk rasa siswa di Kota Wamena pada Senin (23/19). Unjuk rasa dimulai pada jam 09:00 WITA yang awalnya damai berujung rusuh

Dihimpun diksimerdeka dari berbagai sumber demonstran meakukan tindakan anarkis dari membakar ban, hingga membakar rumah warga, kantor pemerintahan, PLN dan beberapa kios dagangan.

Baca juga :  WALHI Serang MoU Freeport: Negara Dituding Legalkan Krisis Ekologi Papua

Dikutip diksimerdeka dari laman cnn, unjuk rasa yang berujung rusuh dipicu oleh perkataan rasial dari seorang guru kepada muridnya di Wamena. Hal ini membuat siswa marah hingga kemudian kabar tersebut meluas kemasyarakat hingga memicu terjadinya unjuk rasa berujung rusuh.

Sampai berita ini diturunkan, menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat ini aparat gabungan TNI dan Polri masih berusaha mengendalikan suasana agar kondusif.

Baca juga :  Mudik Laut 2026: DPR Soroti Ketimpangan Tiket Gratis, Indonesia Timur Terabaikan?

“Untuk Wamena, saat ini situasi sudah dikendalikan oleh aparat dari TNI dan Polri”, ujar Dedi Prasetyo (23/9).

Dedi Prasetyo mengatakan saat ini pihaknya juga sedang melakukan pendekatan ke tokoh Agama, Masyarakat, Adat setempat.

Baca juga :  Susi Air Mendarat Darurat, Personel Gabungan Berhasil Evakuasi

“Untuk sama-sama kita menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

Akibat demo anarkistis, penerbangan di Bandara Wamena disetop sementara. Kepala Bandara Wamena Joko Harjani mengatakan operasional bandara ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.