Papua Belum Aman, DPR Sentil Pendekatan Otot: Jangan Andalkan Senjata Saja!
DIKSIMERDEKA.COMJAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah menegaskan situasi keamanan di Papua masih jauh dari kata aman. Ia menyentil pendekatan penanganan konflik yang tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan militer, meski aktivitas kelompok pro-kemerdekaan masih terus bergerak.Menurut Taufiq, fakta di lapangan menunjukkan stabilitas Papua masih rapuh. Kelompok bersenjata disebut tetap menjalankan agenda mereka, bahkan membangun jaringan komunikasi hingga ke luar negeri.“Kita melihat memang situasinya belum aman sepenuhnya. Ada kelompok-kelompok yang masih terus berupaya mewujudkan cita-citanya,” tegas legislator Fraksi PKB itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis .Ia menilai pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan aparat keamanan saat ini sudah menjalankan strategi ganda: pasukan siaga, tapi pendekatan persuasif tetap jalan. Bagi dia, dialog dan pembangunan sosial bukan pelengkap—melainkan kunci meredam konflik berkepanjangan.Masalahnya Tak SederhanaTaufiq mengakui tantangan terbesar ada pada pola gerakan kelompok bersenjata yang sering bercampur dengan warga sipil. Situasi ini membuat operasi keamanan tak bisa dilakukan sembarangan.“Ketika harus dilakukan tindakan militer, problemnya mereka bercampur dengan sipil. Ini yang menjadi tantangan dan tidak mudah,” ujarnya.Ia mengingatkan, pengalaman konflik di berbagai daerah membuktikan langkah gegabah justru bisa memperluas masalah dan menimbulkan korban masyarakat.Harus Tegas, Tapi Tetap MelindungiTaufiq menegaskan strategi negara di Papua wajib berimbang: tegas menjaga kedaulatan, tapi tetap mengutamakan keselamatan warga sipil. Menurutnya, pendekatan presisi, terkoordinasi, dan berkelanjutan adalah satu-satunya jalan menjaga stabilitas.“Ini persoalan kompleks, jadi penanganannya tidak bisa satu pendekatan saja,” pungkasnya.Nada DPR jelas: negara tak boleh lemah menghadapi ancaman, tapi juga tak boleh gelap mata. Papua butuh strategi cerdas—bukan sekadar adu kuat.

Tinggalkan Balasan