Desa Wisata Golo Loni di NTT Divisitasi Jelang Penganugerahan 15 Besar Terbaik
DIKSIMERDEKA.COM, MANGGARAI TIMUR – Desa Wisata Golo Loni yang terletak di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) divisitasi oleh tim juri menjelang penganugerahan ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) tahun 2026.
Berdasarkan penilaian tim juri WIA tahun 2026, Golo Loni terpilih sebagai satu-satunya Desa Wisata di Provinsi NTT yang masuk 15 besar terbaik.
Prestasi tersebut melengkapi capaian yang pernah diraih Desa Wisata Golo Loni sebagai juara 3 nasional dalam ajang lomba desa wisata nusantara oleh Kementerian Desa tahun 2025 lalu.
Untuk melengkapi penganugerahan 15 besar desa wisata terbaik tahun 2026 ini, tim juri dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pun melakukan visitasi lapangan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Tim juri yang melakukan visitasi di Desa Wisata Golo Loni itu terdiri dari dua orang asesor, yakni Sugeng Handoko dan Agus Wiyono.
Sugeng merupakan pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Desa Wisata Nglanggeran merupakan pemenang Desa Wisata terbaik Asean Konsep CBT Tahun 2017, pemenang Asean Sustainable Tourism Award tahun 2018 dan pernah mewakili Indonesia dalam ajang Desa Wisata terbaik atau best tourism village dari organisasi pariwisata dunia PBB (UNWTO).
Sementara Agus merupakan Praktisi Ekowisata dan Ketua East Java Ecotourism Forum/EJEF. Ia memiliki rekam jejak lebih dari 30 tahun sebagai fasilitator pendidikan lingkungan hidup dengan pengalaman panjang dalam penguatan kesadaran lingkungan, ekowisata, interpretasi alam, konservasi dan pendampingan komunitas.
Kehadiran keduanya sebagai juri memberi fondasi penting pada aspek pendidikan lingkungan hidup, ekowisata, adventure learning, konservasi, dan pengembangan destinasi berbasis alam.
Tak hanya itu, pengalaman keduanya sebagai fasilitator memperkuat pembangunan wisata edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif, partisipatif dan membentuk kepedulian peserta terhadap lingkungan.
Sugeng Handoko selalu tim juri yang datang melakukan visitasi di Desa Wisata Golo Loni menjelaskan, untuk penilaian WIA 2026, Kementerian Pariwisata menetapkan beberapa indikator, yakni kelembagaan, kualitas layanan dan SDM, kualitas produk dan atraksi wisata, keberlanjutan lingkungan dan kolaborasi.
Selain itu, kata dia, atraksi, amenitas, akseibilitas dan ancillary juga menjadi aspek penilaian. Inovasi & kreativitas pengelola desa wisata juga dinilai dengan melihat terobosan baru yang dipakai dalam pengelolaan, produk, atau pemasaran pariwisata.
Indikator penilaian lainnya, lanjut Handoko, juga dilihat sejauh mana pariwisata memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal, baik dampak ekonomi maupun dampak sosial.
Aspek lainnya yang juga dinilai adalah aspek keberlanjutan, bagaimana komitmen pengelola desa wisata untuk menjaga kelestarian lingkungan, alam dan budaya setempat.
“Ini artinya kebersihan, keselamatan dan pelayanan yang konsisten serta pengalaman wisatawan yang merasa aman dan menikmati wisata berkualitas juga menjadi bagian dari penilaian” jelas Handoko.
Ia menambahkan, kegiatan lain yang juga dilaksanakan adalah pengambilan video di semua atraksi wisata Golo Loni untuk pembuatan video promosi desa wisata. Selanjutnya akan ada uji petik terhadap pengelolaan Desa Wisata Golo Loni yang berpengaruh pada klasifikasi.
“Hasil visitasi dan uji petik itu akan masuk pada tahapan penilaian akhir oleh seluruh tim juri. Penilaian tim juri pada tahap akhir ini yang akan menentukan peringkat 15 desa wisata terpilih untuk mendapat penganugerahan yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Desember 2026” jelasnya.
Menanggapi itu, Kepala Desa Golo Loni, Yohanes Okalung menegaskan bahwa apapun hasil penilaiannya masyarakat Golo Loni bangga dengan capaian yang diraih.
Okalung mengatakan, pemerintah desa bersama pokdarwis serta masyarakat desa Golo Loni sangat bangga karena Golo Loni bisa menjadi satu-satunya desa wisata di NTT yang masuk 15 besar tahun ini.
“Apapun hasilnya ini merupakan tambahan semangat untuk kami terus berbenah dalam mengelola potensi wisata di desa kami. Terima kasih kami untuk tim juri Kementerian Pariwisata atas kunjungannya ke desa kami,” demikian disampaikan Yohanes.
Reporter: Berto Davids

Tinggalkan Balasan