Gempa Susulan di Flores NTT Terjadi 17.686 Kali, Warga Kembali Mengungsi
DIKSIMERDEKA.COM, MANGGARAI – Gempa susulan pasca gempa utama berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah terjadi sebanyak 17.686 kali. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut hingga Rabu, 23 September 2026, Pukul 05.00 WITA.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama menyebut, gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6.2, sedangkan gempa dengan magnitudo terkecil 0.9.
Arief juga mengatakan bahwa gempa susulan dengan magnitudo di atas 5, sudah terjadi sebanyak 39 kali
Namun, kata dia, tidak seluruh gempa susulan yang terjadi dirasakan oleh masyarakat di Flores. Hingga pembaharuan terakhir per 23 September 2026, sebanyak 203 gempa susulan tercatat dirasakan.
Arief mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas gempa bumi Flores.
Akibat gempa susulan yang terus terjadi membuat warga di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai kembali mengungsi. Data yang diperoleh diksimerdeka.com sebanyak 230 warga Dusun Dosi, Desa Salama, Kecamatan Reok kembali mengungsi ke tempat aman.
Pasalnya, getaran gempa tersebut memicu air laut naik hingga masuk ke rumah warga di Dusun Dosi.
Petugas Penginput Data di Posko BPBD Manggarai, Pino Jebarus mengatakan, ada tambahan baru jumlah pengungsi di Kecamatan Reok, Desa Salama.
Para pengungsi itu membuka posko terpadu setelah gempa susulan besar memicu air laut naik ke rumah penduduk.
“Berdasarkan laporan dari tim relawan PMI di lokasi, saat ini para pengungsi tersebut membangun posko baru di Nunang, Golo Mamis dan Kadutu di Dusun Dosi” katanya.
Reporter: Berto Davids

Tinggalkan Balasan